Bimata

Pemprov Jateng Prioritaskan Atasi Kemiskinan dan Pertanian

BIMATA.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tengah memprioritaskan menangani kemiskinan, dan pengangguran, serta peningkatan produksi sektor pertanian sebagai upaya mengendalikan inflasi.

Penjabat (PJ) Gubernur Jateng, Nana Sudjana menjelaskan, terkait dengan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, persentase penduduk miskin Jateng pada Maret 2023 sebesar 10,77 persen atau turun 0,21 persen poin dibanding September 2022 sebesar 10,98 persen.

“Upaya kami mengendalikan inflasi antara lain, dengan menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pemberian bantuan sosial, penguatan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, penyediaan layanan angkutan umum di kawasan aglomerasi bus Trans Jateng dengan tarif terjangkau, peningkatan produktivitas dan cadangan pangan,” kata Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana di Semarang, Selasa (26/09/2023).

Baca juga: Menhan Prabowo Terima Kunjungan Kepala Kepolisian Palestina

Selain itu, juga dilakukan upaya melalui strategi mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin, dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan.

Berdasarkan hal itu, kemiskinan pada 2023 diupayakan untuk mencapai target pada kisaran 9,86 persen sampai 9,05 persen.

“Upaya percepatan penanganan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem serta pengangguran di Jateng diupayakan antara lain melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Perdesaan, stimulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, listrik murah, pemberian kontribusi jaminan pembiayaan kesehatan serta bantuan sosial berupa hewan ternak dan alat pertanian,” ujarnya.

Lihat juga: Prabowo Ungkap Arahan Jokowi Cari Upaya Buat Beri Bantuan untuk Palestina

Maka, dengan adanya bantuan stimulan modal usaha, dan pelatihan kerja untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk diketahui, dalam upaya mengurangi pengangguran, Pemprov Jateng juga mengalokasikan anggaran urusan tenaga kerja yang difokuskan pada Balai Latihan Kerja agar masyarakat lebih banyak mendapatkan pelatihan, sertifikasi serta uji kompetensi keahlian berbagai bidang.

Exit mobile version