BeritaPeristiwaRegionalUmum

Pemerintah Pusat Diminta Turun Tangan Atasi Masalah Banjir Rob di Pekalongan

BIMATA.ID, Jakarta- Pemerintah Kabupaten Pekalongan membutuhkan anggaran Rp 700 miliar untuk penanggulangan banjir rob di wilayah Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, Rabu (21/06/2023).

BACA JUGA: Ucapan Selamat Ultah Prabowo kepada Jokowi dalam Bahasa Jawa Dinilai Sarat Makna

“Grand desain secara umum untuk penanganan banjir rob sudah matang. Untuk pembangunannya dibutuhkan anggaran Rp 700 miliar yang sudah diusulkan ke pemerintah pusat.”ucapnya.

“Kita sudah usulkan ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan fisiknya. Pembangunan membutuhkan anggaran Rp 700 miliar untuk membuat tanggul, sekaligus rumah pompanya. Itu yang mampu pusat,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul.

Menurutnya, desain untuk penanganan banjir rob berada di Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, sebagian Pacar dan Samborejo yang melalui Sungai Bremi dan Meduri sudah jadi. Desain dan amdalnya di Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA: Anak Buah Prabowo: Pj Gubernur Jabar Nantinya Harus Bisa Menjaga Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat

“Tugas Pemkab Pekalongan menyiapkan atau membebaskan lahan untuk tanggul baru seluas 5 hektar. Ini sudah berproses di BPN untuk pembebasan lahannya.”

“Lahan itu milik dua orang warga di Desa Jeruksari. Ini masih berproses. Semoga cepat selesai,” ujarnya.

BACA JUGA: Cara Beda Prabowo Dukung Palestina

Sumar Rosul menceritakan, untuk lahan yang harus dibebaskan itu sudah tidak ada patoknya.

Patoknya sudah hilang karena, lahannya tenggelam banjir rob Pekalongan. Sehingga harus dilakukan pengukuran ulang.

“Yang punya lahan pun bingung dimana patoknya. Ini BPN harus bergerak cepat untuk menunjukkan patok atau koordinatnya,” ucapnya.

Kemudian, penanganan banjir rob Pekalongan tidak bisa dilakukan secara parsial.

BACA JUGA: Prabowo dan Gibran Terlihat Akrab di Tengah Pertandingan Timnas Indonesia

Pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat harus bergerak bersama-sama.

“Kita harus bersama-sama. Pemerintah provinsi grand desain dan amdalnya, pemkab pembebasan lahannya, dan pemerintah pusat itu untuk pembangunannya. Itu sudah kita usulkan.”

“Bahkan beberapa hari yang lalu, ibu Bupati bersama rombongan dan kita (anggota DPRD Kabupaten Pekalongan) sudah ke Bapennas, melalui beberapa teman-teman anggota DPR RI itu sudah didorong ke pusat. Masing-masing mendorong agar ini bisa disetujui anggarannya,” imbuhnya.

BACA JUGA: Survei Indopol: Prabowo Menangkan Semua Simulasi, Anies Lagi-lagi Kalah

Sumar Rosul yakin jika grand desain itu bisa terealisasi maka persoalan banjir rob di Desa Samborejo, Pacar, Karangjompo, Tegaldowo, Mulyorejo dan Desa Jeruksari yang berada di Kecamatan Tirto bisa teratasi.

“Mudah-mudahan tahun 2024 bisa terealisasi, karena ini menunggu keputusan pusat saja. Kita selalu berupaya bersama untuk ini disetujui anggarannya,” katanya.

Saat disinggung terkait rencana penanganan banjir rob Pekalongan jangka pendek, Sumar, menjelaskan pada tahun 2023 ini pembangunan rumah pompa di Tegaldowo dan Mulyorejo sedang berproses.

BACA JUGA: Jokowi Mania di 60 Kabupaten Kota dari 13 Provinsi Deklarasikan Dukung Prabowo Presiden 2024

“Rumah pompa di Tegaldowo ini sedang berproses di tahun ini. Mudah-mudahan segera terealisasi rumah pompa Tegaldowo.”

“Untuk rumah pompa di Mulyorejo sedang dimintakan CSR ke PLN. Ini juga sedang berproses. Tinggal yang Jeruksari tanggul yang limpas ini masih kewenangan provinsi, otomatis provinsi yang akan menangani,” jelasnya.

Selain pembuatan rumah pompa untuk mengurangi debit air yang masuk ke pemukiman warga, penanganan jangka pendek lainnya adalah peninggian jalan di Desa Jeruksari pada tahun 2023 ini.

BACA JUGA: Jokowi Akui Bahas Politik Saat Jumpa Prabowo di Istana

Pemkab Pekalongan sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 700 juta untuk peninggian jalan.

“Jalan yang akan ditinggikan ini di perbatasan Jeruksari dengan Kota Pekalongan. Jalan sudah cor, tapi selalu tergenang makanya ditinggikan lagi,” ucapnya.

 

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close