Bimata

Pemerintah Terapkan Teknologi Digital untuk Turunkan Stunting di Daerah

BIMATA.ID, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pemerintah daerah untuk dapat menerapkan teknologi digital dalam penanganan stunting dengan menggunakan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin hal ini berkaca pada keberhasilan Kabupaten Sumedang dalam mengimplementasikan SPBE dalam menurunkan kasus stunting disana.

Atas capaian di Kabupaten Sumedang, Budi mengatakan, presiden meminta semua kabupaten/kota nanti didorong penerapan sistem pemerintahan berbasis elektroniknya, koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Khusus untuk stunting, di bawah koordinasi Wakil Presiden, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan menentukan 20 hingga 50 untuk dilakukan replikasi seperti di Sumedang.

“Bisa 20, 30 atau sampai 50 kabupaten/kota yang memang sudah baik nilai SPBE-nya dan juga stunting-nya tinggi, agar apa yang sudah dilakukan di Sumedang ini bisa langsung direplikasi,” tutur Budi dalam Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (02/01/2022).

Bahkan presiden menginstruksikan Bupati Sumedang untuk dapat membantu replikasi langsung daerah-daerah yang masih memiliki angka kasus stunting yang masih tinggi.

Budi menjelaskan, selain membangun sistem pemerintahan berbasis elektronik yang bagus, Sumedang juga sudah berhasil mengorkestrasi sumber daya manusia (SDM), business process, dan sistem data elektroniknya menjadi satu. Sehingga beberapa program pemerintahan, bukan hanya stunting disana sudah berjalan baik. Termasuk juga perbaikan program kemiskinan, program kemudahan perizinan lewat SPBE.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, tingkat stunting di Kabupaten Sumedang sebelumnya sangat tinggi. Yakni mencapai 32,2% pada 2018 dan kini turun menjadi 8,27% pada 2022.

Dony jelaskan pihaknya menggunakan teknologi sebagai alat untuk menurunkan prevalensi stunting di sana. Dimana Pemerintah Kabupaten Sumedang memiliki platform bernama Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi (Simpati).

Melalui platform tersebut seluruh stakeholder di Kabupaten Sumedang bisa memahami bagaimana cara mengatasi stunting dan penggunaan aplikasi Simpati.

“Setiap bulan penimbangan balita posyandu kami meng-input data lingkar kepala, berat badan, tinggi badan dan di setiap desa itu nanti ada berbagai kendalanya. Jadi ada data spasial dan statistik by name by address siapa yang stunting,” pungkasnya.

 

(ZBP)

Exit mobile version