EkonomiBeritaEnergiNasionalPeristiwaUmum

Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Saat Nataru

BIMATA.ID, Jakarta- Pemerintah memastikan kondisi pasokan energi terutama Bahan Bakar Minyak () dan Liquified Petroleum Gas () secara nasional pada periode Natal dan Tahun Baru 2023 dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal , Rida Mulyana, saat meninjau Terminal LPG Tanjung Sekong, Banten.

Menurut Rida, pasokan dan stok LPG dan BBM dalam kondisi aman karena statusnya melebihi rata-rata batas aman. “Dari sisi kondisi stok BBM maupun LPG seperti yang telah disampaikan , secara umum dalam kondisi aman,” ungkap Rida.

Tahun ini ketersediaan stok BBM menjadi krusial lantaran tidak adanya seperti tahun-tahun sebelumnya. Oleh karenanya Rida mengingatkan Pertamina untuk dapat mengantisipasi hal tersebut.

“Jangan sampai kemudian secara stok cukup, tapi distribusinya sampai kepada yang membutukan itu tidak tertangani dengan baik. Tadi saya dengar tadi Pertamina berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik,”jelas Rida.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi Pertamina International Shipping (PIS) Brilian Perdana, selaku pihak pengelola Terminal LPG Tanjung Sekong, memaparkan untuk mendukung pelaksanaan Satgas Nataru, PIS mengoperasikan total 217 unit kapal terdiri dari 165 kapal BBM, 15 kapal avtur, dan 37 unit kapal LPG.

“PIS memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan suplai dan distribusi, serta kelancaran operasional sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat. Pendistribusian BBM dan LPG kita pastikan terlaksana dengan baik, agar masyarakat bisa tetap nyaman dalam beraktivitas,” pungkas Brilian.

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero) status 22 Desember 2022, kondisi stok BBM jenis Pertalite misalnya cukup untuk 18,96 hari atau secara volume mencapai 84,7 ribu Kiloliter (KL) / hari. Untuk Pertamax 36,23 hari atau 12,8 ribu KL / hari. Sementara untuk konsumsi solar subsidi diperkirakan sebesar 84,9 ribu KL/ hari atau cukup untuk 19,52 hari.

 

(ZBP)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close