Bimata

Bank Dunia, Harga Beras Indonesia ‘Paling Mahal’, Simak Faktanya..

BIMATA.ID, JAKARTA – Berdasarkan Laporan Bank Dunia Indonesia Econic Prospek (IEP) edisi Desember 2022  dalam 10 tahun terakhir, tertera harga beras Indonesia lebih mahal dibandingkan Negara – Negara ASEAN lain.

Tertera harga beras Indonesia lebih mahal dibandingkan beras Filipina, bahkan dua kali lebih mahal dibandingkan dengan Negara Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Thailand.

Harga beras Vietnam 11.400 per kg, kemudian,Kamboja Rp12.700, Myanmar Rp20.000 per kg, dan Thailand Rp17.000 per kg.

Baca Juga : Bhima Yudhistira Sikapi Bank Dunia Soal Harga Beras di Indonesia

Sementara Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada November 2022 yang dirilis Kompas menyebutkan bahwa harga beras Indonesia dibanderol Rp 11.877 per kilogram (kg) dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 11.837 per kg. 

Namun kenaikan ini lebih landai dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang naik signifikan. Harga beras pada Agustus 2022 sebesar Rp 11.555 per kg lalu naik jadi Rp 11.720 pada September 2022 dan menjadi Rp 11.837 per kg pada Oktober 2022.

Pelaksana tugas Dirjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendag) Kasan mengatakan, penyebab tingginya harga beras di Indonesia dipengaruhi faktor musim yang terjadi di Indonesia.

“Menjelang akhir tahun, pola pergerakan harga beras di pasar domestik trennya naik. Harga menjelang akhir tahun ini tercatat lebih tinggi. Rata-rata harga beras selama September sampai Desember 2022 lebih tinggi dibandingkan empat tahun sebelumnya,” ungkap Kasan Rabu, 21-12-2022.

Sementara Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) dalam keterangannya yang dikutip BIMATA.ID, dari Tempo Rabu 21 Desember 2022 menyebutkan, harga beras kualitas bawah I sebesar Rp 11.400 per kg, beras kualitas bawah II seharga Rp 11.100 per kg, harga beras kualitas medium II seharga Rp 12.350 per kg, sedangkan harga beras kualitas super I seharga Rp 13.900 per kg. 

PANDU

Exit mobile version