Bimata

PDAM Kabupaten Sinjai Dinilai Tidak Mampu Mendistribusikan Air bersih ke Pelanggan

BIMATA.ID, Sinjai – Penyediaan Air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sinjai, hingga saat ini masih menjadi polemik dikalangan masyarakat.

Pasalnya, pendistribusian air bersih yang mengalir ke rumah pelanggan tidak lancar, bahkan kualitas air yang keruh karena endapan lumpur juga kerap ditemui.

Praktisi Sosial, Sudirman S.Sos menilai carut marutnya pelayanan Badan Usaha Plat Merah itu, gagal total dibawah kendali Nasrullah Mustamin selaku Direktur. Itu karena, polemik pendistribusian Air bersih tidak mampu diatasi, bahkan bisa dikatakan semakin parah.

“Masalah ini terus saja dikeluhkan. Bahkan beberapa hari terakhir sejumlah pelanggan mulai menjerit, Ini tentu sangat mengkhawatirkan sekali,” ujarnya, Jumat (30/9/2022).

Terlebih kata Sudirman, event tingkat Provinsi Sulsel yakni, Porprov 2022 akan dihelat di Kabupaten Sinjai pada tanggal 22-30 Oktober. Pada ajang tersebut ribuan orang dari 23 Kabupaten/Kota akan hadir.

“Jika hal ini tidak mampu diatasi maka, menurut Sudirman, Sinjai sebagai tuan rumah akan menimbulkan preseden buruk bagi daerah lain,” kata Sudirman.

Bentuk kegagalan lainnya dapat dilihat tambah dia yakni, dari hasil audit Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dimana kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Sinjai Bersatu Kabupaten Sinjai pada tahun 2021, hasilnya menurun, dibanding dengan tahun – tahun sebelumnya.

Menurunnya Kinerja PDAM Sinjai, berdasarkan Hasil Audit BPPSPAM ini menjadi salah satu bukti 

“ketidakbecusan” seorang Direktur dalam mengelolah perusahan.

“Ini salah satu indikator yang tidak bisa dipungkiri. Dia tidak mampu memanage sumber daya manusia dijajarannya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, selama Kurang lebih hampir 3 tahun memimpin PDAM Sinjai, Ditektur hingga saat ini tidak memunculkan inovasi atau gebrakan, hanya ada keluhan pelanggan yang bertubi-tubi.

“Jangankan Inovasi, masalah pendistribusian air saja belum mampu diatasi, tentu ini harus menjadi perhatian Bupati Sinjai juga kenapa sampai demikian?,” tanya Sudirman.

Olehnya itu, dia menyarankan agar pihak PDAM harus melakukan pembenahan untuk menghindari keluhan pelanggan.

PDAM ungkap Sudirman, harus menunjukkan kemampuannya menjadi perusahaan yang mandiri dengan menjalin kemitraan pihak investor dalam pembiayaan tanpa harus bergantung dari subsidi APBD, dan tetap mengedepankan konsep pelayanan publik.

Terpisah, salah seorang warga, Amri, mengaku sudah satu minggu air PDAM tak mengalir di rumahnya. Menurut dia, macetnya air PDAM sangat menghambat beberapa aktifitasnya.

“Sebagai warga sangat mengeluh ketika air PDAM tidak mengalir, karena tidak adanya sumber mata air lain,” ucap warga Jalan Teratai, Kelurahan Balangnipa itu.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Basri, warga Kelurahan Lappa. Dia mengaku sudah masuk beberapa hari ini tidak pernah menikmati air bersih dari PDAM.

“Sudah beberapa hari ini air tidak mengalir di sini, sedangkan untuk layanan mobil tangki, sudah dihubungi tapi airnya juga tidak diantar,” jelasnya.

Basri mengaku tidak mengetahui mengapa air PDAM tak mengalir ke rumahnya, padahal setiap bulan mereka membayar tagihan air.

“Saya tidak tau penyebabnya, pembayaran tagihan air lancar tiap bulan dan tidak pernah menunggak,” jelasnya.

Sementara warga Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Bahtiar mengatakan, air PDAM yang mengalir di rumahnya hingga saat ini, tidak lancar. Sehingga ia pun harus menggunakan mesin pompa air untuk membantu memperlancar air tersebut.

Tak hanya itu, air yang mengalir ke rumahnya pun terkadang ada endapan lumpurnya, sehingga airnya keruh.”Terkadang jernih, namun sering keruh,” kata Bahtiar dengan nada mengeluh.

Untuk itu, ia meminta kepada pihak PDAM Sinjai untuk serius melakukan penanganan terhadap masalah ini. Sebab katanya, dalam kurun waktu lima bulan terakhir, pelayanan PDAM kurang maksimal.

“Kalau kondisi seperti ini, kasihan masyarakat Sinjai yang tiap bulan airnya tidak mengalir sehingga harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air,” tambahnya.

Exit mobile version