RegionalHeadline

Ini Motif IRT di Pinrang Bunuh Diri dan Racuni 2 Anaknya hingga Tewas

BIMATA.ID, Makassar – Kasus bunuh diri ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kini menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.

Bagaimana tidak, sebelum bunuh diri, IRT berinsial BR itu tega membunuh dua putranya dengan cara dicekoki racun.

Berdasarkan pengakuan BR melalui rekaman suara yang dikirimkan kepada suaminya, motif utama kasus bunuh diri ini adalah karena masalah ekonomi keluarga.

Baca juga: Gempar! Ibu dan Dua Anaknya di Pinrang Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri

Perempuan 37 tahun itu diduga malu karena tak mampu membayar utang yang sudah jatuh tempo.

Voice note atau rekaman suara BR berdurasi 4 menit 6 detik kepada suaminya beredar luas dan jadi konsumsi publik.

“Pah, saya bawa anakmu supaya tidak ada lagi yang menyusahkan kamu. Anakmu yang besar dirawat, disayangi seperti yang kecil,” kata BR dalam rekaman suara menggunakan bahasa lokal.

Keluarga ini memiliki empat anak, tiga putra dan satu orang putri. Dua putra kecil meninggal dunia usai diracuni.

Dalam rekaman suara tersebut, BR juga mengakui bahwa dua putranya diberi racun.

“Dua anak sudah meninggal, mereka menunggu kamu di surga,” kata BR.

Sebelum menggantung dirinya, BR juga mengakui meminum racun.

“Pah, pengelihatan saya sudah gelap. Saya sudah meminum racun. Maafkan saya, saya sayang sekali papah,” akunya.

Diberitakan sebelumnya, aksi bunuh diri ini warga Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini membuat gempar masyarakat.

Kasus ini pertama kali diketahui suami korban. Saat kejadian, sang suami tidak berada di rumah.

Setibanya di rumah, ia mendapati istrinya tewas tergantung, sementara dua orang putranya terbaring tanpa nyawa.

Aparat kepolisian setempat yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan barang bukti berupa racun.

[HW]
Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close