Bimata

Hasil Survei Parpol, Gerindra Potensi Salip PKB-PDIP di Jatim

BIMATA.ID, Jakarta- Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei elektabilitas partai politik di Jawa Timur dilakukan pada 5-12 September 2022 di seluruh 38 kabupaten/kota Jatim. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 1.200 dengan margin of error sebesar 2,8%.

Berikut hasil survei ARCI elektabilitas parpol di Jatim:

1. PKB: 16,8%
2. PDI Perjuangan: 16,1%
3. Gerindra: 15,4%
4. Golkar 10,2%
5. Demokrat: 9,7%
6. NasDem: 6,3%
7. PPP: 4,1%
8. PKS: 3,9%
9. PAN: 2,9%
10. Perindo: 2,3%
11. PSI: 1,5%
12. Gelora: 0,5%
Tidak menjawab/tidak mengetahui: 10,3%.

Menurut hasil tersebut, PKB berada di posisi teratas dengan angka 16,8% unggul dari PDI Perjuangan yang memiliki elektabilitas 16,1% di posisi kedua, dan Gerindra di posisi ketiga dengan elektabilitas 15,4%.

Direktur ARCI Baihaki Siraijt menyatakan, keunggulan PKB di Jatim belum aman. Sebab, angka margin of error sebesar 2,8% membuka peluang bagi PDIP, bahkan Gerindra menyalip di peringkat pertama.

“Jelas belum aman PKB, karena itu masih angka margin of error. Di mana Gerindra saja masih berpeluang besar loh naik di peringkat pertama,” kata Baihaki di Surabaya usai pemaparan survei, Senin (19/09/2022).

Dirinya menyatakan, semenjak Prabowo Subianto mendeklarasikan siap maju sebagai capres 2024, elektabilitas Gerindra kembali merangkak naik.

“Kita ingat awal 2021 elektabilitas Gerindra di Jatim itu di angka 10 persen. Perlahan naik angkanya saat dipimpin oleh Anwar Sadad, hampir menyentuh 14 persen,” ungkapnya.

“Saat bulan Agustus lalu Prabowo mendeklarasikan diri capres, Gerindra di Jatim dapat angin segar lagi, naik sampai 15 persen,” sambungnya.

Baihaki juga menyatakan, untuk PDIP dan PKB cenderung turun. Hal ini bisa dimanfaatkan Gerindra untuk menyalip dengan waktu satu tahun lebih menjelang Pemilu 2024.

“Saya lihat kader Gerindra seperti Gus Sadad juga getol turun ke masyarakat. Namun mungkin, Gerindra ini harus kerja keras meraih suara milenial di Jatim. Tinggal itu PR-nya saya kira, karena ceruk suara Nahdlatul Ulama mereka juga bisa masuk,” tandasnya.

 

(ZBP)

Exit mobile version