Bimata

Tekan Inflasi Pangan, Pemerintah Gelar Operasi Pasar di 88 Titik

BIMATA.ID, Jakarta- Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi yang terdiri dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), hingga ketua pasar meluncurkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Hal tersebut bertujuan untuk mengendalikan harga komoditas di masyarakat.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan melalui GNPIP, inflasi pangan (volatile food) yang semula 11,47 persen diharapkan bisa turun maksimal menjadi 6 persen atau bahkan mencapai 5 persen. Sebagai langkah awal, GNPIP akan melaksanakan operasi pasar serentak di 88 titik atau 33 kota di pulau Jawa selama semester II 2022.

“Insyaallah di pusat sedang dikoordinasikan supaya bupati atau wali kota, provinsi bisa menggunakan anggaran daerahnya untuk bisa melakukan operasi pasar karena ini ada beberapa masalah kepastian hukum dan ada beberapa bupati atau wali kota yang takut menggunakan anggaran untuk operasi pasar,” kata Perry dalam keterangan tertulis, Rabu (10/08/2022).

Perry merinci lokasi titik operasi pasar di antaranya di DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur. Kemudian, komoditas yang akan dijual dengan harga terjangkau dalam GNPIP yakni bawang merah, aneka cabai, gula pasir, daging dan telur, serta ayam ras.

Tak berhenti sampai situ, pemerintah juga mendorong kerja sama perdagangan antar daerah guna mendukung pemerataan komoditas di seluruh daerah. Hingga saat ini, perdagangan itu berhasil menghimpun 31 kerja sama di kawasan Jawa dengan komoditas pertanian berupa beras, jagung, cabai merah dan bawang merah.

“Mari daerah-daerah yang mempunyai produksi lebih kerja sama antar daerah dengan daerah yang membutuhkan. Saya tahu memang pasarnya bisa bergerak, tapi pasar kan ada mata rantai dari petani, pengumpul kecil, menengah, besar. Kalau ada kerja sama antar daerah bisa cepat,” ujar Perry.

“Dengan berbagai kemajuan teknologi bisa cepat, lahan yang kecil bisa kita lakukan. Asal usul kita adalah pertanian, kita harus kembangkan karena itu ketahanan perut, ketahanan energi yang diperlukan pada saat terjadi gejolak ini,”lanjutnya.

 

(ZBP)

Exit mobile version