BeritaHukumRegional

Petugas Imigrasi Diklaim Tak Kewalahan Layani Lonjakan Penumpang

BIMATA.ID, Bali – Kewalahan akibat lonjakan penumpang di terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dituding menjadi penyebab antrean panjang.

15 dari 16 konter pelayanan imigrasi yang tersedia di Bandara I Gusti Ngurah Rai disebut-sebut tidak lagi representatif melayani arus kedatangan penumpang setiap harinya. Kendati demikian, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali menepis tudingan tersebut.

Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu mengeklaim, sejauh ini petugas imigrasi belum kewalahan melayani lonjakan penumpang.

“Total konter imigrasi pada terminal kedatangan sejumlah 16 konter, dengan komposisi satu konter terdapat dua petugas pemeriksa,” ujarnya.

Menyusul adanya proyek beautifikasi Bandara I Gusti Ngurah Rai menyambut G20, ada satu konter yang tidak bisa digunakan.

“Sehingga, tinggal 15 konter yang beroperasi saat ini,” lanjut Anggiat.

Dengan jumlah konter dan petugas imigrasi yang melayani, pihaknya mengeklaim mampu memberi layanan prima hingga 1.800 penumpang per jam. Anggiat menyebut, kesiapan Imigrasi I Gusti Ngurah Rai menyambut ledakan penumpang itu sudah dilakukan sejak sebelum dibukanya rute penerbangan internasional ke Bali.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura 1, jumlah penumpang di terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai berkisar 7 hingga 8 ribu orang turis per hari. Perinciannya, total kedatangan penumpang rute internasional sepanjang Juli 2022 mencapai 268.065 orang, dengan rata-rata per hari sebanyak 8.647 orang.

Angka tersebut meningkat dibanding pada Juni 2022, di mana arus kedatangan di terminal internasional mencapai 194.528 orang, dengan rata-rata perhari 6.484 orang.

“Jumlah 16 konter (minus 1 konter perawatan) masih representatif untuk menangani jumlah penumpang,” imbuh mantan Kakanim Jakarta Selatan ini.

Menurut Anggiat, jika ke-16 konter beroperasi semua, maka sebanyak 1.920 penumpang mampu dilayani setiap jamnya. Soal adanya antrean pada konter layanan imigrasi, hanya terjadi pada jam-jam sibuk.

“Antrean hanya terjadi pada jam-jam sibuk, hal tersebut dikarenakan adanya jadwal kedatangan penumpang yang datang berbarengan,” tuturnya.

Anggiat mengaku, pihaknya telah melakukan penambahan petugas pada jam-jam sibuk untuk langkah antisipasi terjadinya antrean.

Disinggung kemungkinan penambahan konter layanan imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pihaknya mengatakan siap. Namun, bukan kewenangan Imigrasi I Gusti Ngurah Rai untuk menyiapkan konter Imigrasi.

“Kewenangan penambahan konter ada pada Angkasa Pura selaku pengelola bandara. Jika ada penambahan konter pemeriksaan, kami dari imigrasi siap menerima,” pungkas Anggiat.

[MBN]

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close