Bimata

NasDem Gelar Silaturahmi Nasional Peringati Hari Lahir Pancasila

BIMATA.ID, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem), menggelar Silaturrahmi Nasional (Silatnas) memperingati hari lahir Pancasila. Kegiatan tersebut digelar di NasDem Tower pada Kamis, 2 Juni 2022.

“Topik besarnya adalah Pancasila menjawab tantangan zaman,” kata Ketua Bidang Hubungan Sayap dan Badan DPP Partai NasDem, Ivanhoe Semen, melalui keterangan tertulis, Selasa (31/05/2022).

Invanhoe menyampaikan, ada isu yang menjadi fokus utama dalam Silatnas yang akan dibuka Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh. Yakni, persoalan pertahanan dan keamanan nasional, serta terkait dengan ekonomi.

Terkait keamanan, Partai NasDem akan mengundang Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia (RI), Mahfud MD. Nantinya, topik itu bakal dilengkapi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rachmat Gobel.

Sedangkan bidang ekonomi makro dan mikro akan dikupas tuntas oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno.

Kedua pembantu Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tersebut bakal berbicara mengenai ketahanan ekonomi Indonesia pasca pandemi dalam perspektif yang tertuang dalam Pancasila.

Ivanhoe juga membeberkan alasan acara itu diselenggarakan. Salah satunya, tanggung jawab Partai NasDem sebagai partai nasionalis untuk selalu menggaungkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan sebagai perekat semua eleman bangsa.

“Sebenarnya bukan hanya tugas NasDem. Menjaga Pancasila adalah tugas kita bersama. Jadi, Pancasila ini bukan hanya diperingati saja, tetapi juga harus tercermin dari kehidupan kita sebagai anak bangsa,” tandas Wakil Ketua Umum DPP Garda Pemuda Partai NasDem ini.

Lebih lanjut Ivanhoe menekankan, pentingnya Pancasila dalam menjawab tantangan dan cobaan bagi bangsa yang lebih besar. Terutama, menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 karena adanya gerakan-gerakan yang bisa merongrong Pancasila seperti politik identitas.

Partai NasDem mengajak kepada semua elemen bangsa untuk meninggalkan politik identitas jelang hajatan Pemilu 2024. Invanhoe mengemukakan, hal tersebut merupakan langkah mundur.

“Kalau kita masih bicara urusan agama dan suku, berarti kita mundur ke belakang,” ujarnya.

[MBN]

Exit mobile version