Bimata

34 Pompa Air Disiagakan untuk Atasi Banjir yang Merendam Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

BIMATA.ID, Semarang – Manager Utama Pelabuhan Tanjung Emas, Hardianto menyatakan, Banjir rob yang melanda pesisir Kota Semarang dan kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, sejak Senin (23/5). Otoritas pelabuhan telah menyiagakan 32 unit mesin pompa air dengan kapasitas 800 liter per detik disiagakan di sejumlah titik rawan banjir.

“Fokus kita memastikan air rob tidak masuk dalam area pelabuhan dan mengurangi volume air yang sudah terlanjur masuk. Tapi, kami dengan pengguna jasa antisipasinya mengatur ulang jadwal kegiatan bongkar muat, namun pada prinsipnya kegiatan operasional tetap berjalan,” katanya, Selasa (24/05/2022).

Tingginya air pasang di Pelabuhan Tanjung Emas berdampak pada operasional TPK Semarang yang dioperasikan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP.

Sementara General Manager Utama TPK Semarang I Nyoman Sudhiarta mengatakan, banjir rob mengakibatkan operasional TPK Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas terpaksa berhenti.

“Beberapa lokasi di dalam TPK Semarang yang terdampak yakni lapangan penumpukan peti kemas ekspor yang berada di pinggir dermaga dan juga area konsolidasi,” kata Nyoman.

Saat banjir melanda area TPK Semarang, ada 500 peti kemas berukuran 40 kaki yang terendam banjir.

“Untuk meminimalkan jumlah peti kemas yang terdampak dengan cara memindahkan peti kemas ke area yang lebih tinggi atau memasang beton untuk menahan laju air menuju peti kemas,” jelasnya.(oz)

Exit mobile version