Bimata

Anis Matta Nilai Sebagian Tuntutan Mahasiswa Sudah Dipenuhi Presiden Jokowi

BIMATA.ID, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta menilai, sebagian tuntutan mahasiswa sudah dipenuhi Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi).

Adapun tuntutan yang sudah dipenuhi itu, yakni tidak ada lagi penundaan pemilihan umum (Pemilu) dan dilarangnya pembahasan perpanjangan masa jabatan presiden.

“Kita melihat sebagian dari tuntutan awal mahasiswa yang mendorong terjadinya demo ini sepertinya sudah dipenuhi,” ujar Anis Matta, dalam acara Gelora Talk bertajuk ‘Mengukur Napas Gerakan Mahasiswa’ yang disiarkan melalui akun YouTube Gelora TV, Rabu (20/04/2022).

Anis Matta menyebut, Presiden Jokowi secara tegas menyatakan Pemilu 2024 berjalan sesuai dengan jadwal. Keseriusan ini ditambah dengan sudah dilantiknya Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) periode 2022-2027.

“Cuma kita belum tahu, anggarannya sudah turun atau belum ya. Tapi, di atas kertas itu yang kita saksikan sudah diucapkan. Bahkan, ada perintah gaspol supaya jangan ada tahapan Pemilu yang tertunda,” jelasnya.

Begitu juga dengan ide amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 untuk perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode juga telah dipatahkan Presiden Jokowi, meskipun secara tersirat tidak langsung.

Namun artinya, pernyataan Presiden Jokowi sudah dianggap bahwa tidak ada lagi rencana amendemen.

“Walaupun ada mahasiswa ada yang mengatakan, kita perlu begadang jangan sampai keputusannya diambil tengah malam,” pungkas Anis Matta.

Menurut Anis Matta, ada catatan menarik saat mahasiswa menggelar demo 11 April. Salah satunya, sebaran demo secara teritorial merata di semua provinsi di seluruh Indonesia. Bahkan, sampai ke ibu kota kabupaten atau kota.

“Ini menunjukkan bahwa, representasi mahasiswa atas situasi yang dihadapi oleh masyarakat ini benar-benar nyata dalam demo kemarin. Tidak terlalu besar pada satu titik, tetapi merata di semua titik. Artinya, ini punya satu indikasi bahwa ini gerakan yang skalanya benar-benar nasional,” tuturnya.

[MBN]

Exit mobile version