BeritaPolitik

PPP Minta Polemik Wacana Penundaan Pemilu 2024 Dihentikan

BIMATA.ID, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak ingin menyikapi polemik isu penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Menurut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Arsul Sani, polemik wacana penundaan Pemilu 2024 sebaiknya dihentikan.

“Wacana penundaan Pemilu lebih baik dihentikan dan diakhiri diskursusnya di ruang publik,” tuturnya, Jumat (04/03/2022).

Arsul mengemukakan, sejumlah lembaga survei sudah merilis bahwa mayoritas masyarakat tidak menghendaki penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Terbaru, Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan, mayoritas publik atau sebanyak 70,7 persen masyarakat tidak menginginkan penundaan Pemilu 2024.

“Semua survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang berbeda-beda sudah mengkonfirmasi penolakan atau ketidaksetujuan mayoritas rakyat terhadap penundaan Pemilu 2024,” pungkas Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) ini.

“PPP punyak keyakinan jika ditanyakan kepada seluruh rakyat misalnya melalui referendum, maka hasilnya mayoritas rakyat tidak akan setuju,” lanjut Arsul.

Oleh karena itu, Arsul berharap, energi besar yang dibuang-buang karena polemik isu penundaan Pemilu sebaiknya digunakan untuk membahas kepentingan rakyat. Terlebih, belakangan ini bahan pangan mengalami kelangkaan di masyarakat.

“Sementara para pemangku kepentingan seperti KPU RI, Kemendagri RI, dan Komisi II DPR RI bisa terus bekerja untuk memfinalisasikan tahapan-tahapan Pemilu,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, wacana penundaan Pemilu 2024 mencuat usai diusulkan oleh Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, dengan alasan tidak mengganggu momentum kebangkitan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Usulan tersebut juga didukung oleh Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulfikli Hasan dan Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto.

[MBN]
Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close