Bimata

Beri Sindiran ke Rara Istiani Wulandari Deddy Corbuzier Banjir Cibiran, Netizen: Ini Indonesia Banyak Suku Agama Budaya

BIMATA.ID, Jakarta- Polemik soal pawang hujan ramai diperbincangkan publik, bahkan Deddy Corbuzier memberikan sindiran kepada Rara Istiani Wulandari dan memicu pro kontra.

Hal itu diungkapkan Deddy Corbuzier pada akun media sosial pribadinya.

Untuk diketahui, nama Rara Istiani Wulandari kini tengah mencuri perhatian masyarakat bahkan hingga mancanegara.

Ini lantaran aksinya sebagai ‘Avatar’ Pengendali Cuaca dalam perhelatan MotoGP Mandalika 2022 yang tengah diselenggarakan.

Pawang Hujan di Sirkuit Mandalika itu seketika viral hingga diberitakan media asing lantaran berhasil mengendalikan cuaca.
Aksi viral Rara juga turut dikomentari oleh sejumlah publik figur, salah satunya adalah Deddy Corbuzier.

Hal tersebut diungkap ayah satu anak itu dalam unggahan akun Instagram miliknya. Deddy tampak menyindir lantaran masih ada pawang hujan di era modern seperti ini.

“Nanti kalau Indonesia menang… Bule bule nya pada gosip…. Cieeee main dukun…. ???? ???? ???? Gue kadang mikir… Pawang hujan sampe detik ini aja kita masih pake?,” tulis Deddy.

“Dan kenapa ga ada pawang gempa ya… Kan lucu pawang gempa kalau gagal dia di tengah tengah gempa…,” sambungnya.

Deddy juga heran dengan bayaran yang diterima Rara. Menurutnya, meski tak berhasil mengendalikan cuaca, Rara juga tetap menerima bayaran.

“Pawang hujan kan… 50/50 ya… Dan di bayar…. Hujan gak hujan,” kata Deddy.

Ia pun berniat mengundang Rara sebagai bintang tamu dalam podcast miliknya.

“Diajak podcast asik nih …….,” tandasnya.

Sikap Deddy yang demikian justru memantik reaksi sejumlah warganet. Mereka justru mencibir Deddy dengan profesinya dulu sebagai seorang pesulap yang juga membohongi banyak orang dengan sejumlah trik yang digunakan.

“Mendingan om inget dulu deh. Om juga dulu pesulap membodohi semua orang dengan cara om yg nggak diketahui orang kan? Jangan dulu langsung spek up om. Hargailah profesi orang, kita sama sama warga Indonesia, tidak adalah rasa saling menghargai??,” komentar @sutari684.

“TIDAK BERKACA DGN MASA LALUMU, YA ?,” timpal @alexi_liu.

“Maaf master, kali ini saya hilang respect sama Anda. Anda kurang bijak, di Indonesia banyak suku agama budaya dan kepercayaan,” sahut @ketut_catur_kusumaningrat.

“Disaat akun resmi CENTANG BIRU moto gp menghargai usaha yang dilakukan pawang hujan dan pihak penyelenggara. CENTANG BIRU indonesia…….. kayak gini kelakuanya,” sambung @kokiedan87.

 

Exit mobile version