Bimata

Zulkifli Hasan Sebut ASN Kurang Dibekali Pancasila

BIMATA.ID, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Zulkifli Hasan menyebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca reformasi kurang dibekali Pancasila.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan, seharusnya beberapa program penanaman nilai Pancasila sebelum reformasi tetap dijalankan.

“Sekarang memang dalam 23 tahun kita reformasi ini, ASN kurang dibekali (Pancasila), enggak seperti dulu. Contoh yang bagus mestinya kita tidak tinggalkan, kita perkuat, tetapi ini kita tinggalkan,” ucap Zulkifli, dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk ‘Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Kalangan ASN’, di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (01/12/2021).

Zulkifli menjelaskan, Indonesia beruntung memiliki Pancasila sebagai pegangan dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia mengemukakan, ASN sebagai penentu kehidupan birokrasi tentu mesti memahami Pancasila.

“Oleh karena itu, birokrasi ASN untuk jadi ASN itu apa? Mesti tahu dia, karena disumpah, untuk menjadi eselon I, II, dan seterusnya itukan disumpah, taat kepada peraturan perundang-undangan, taat kepada konstitusi,” tandasnya.

Legislator daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Lampung I ini mengungkapkan, MPR RI Periode 2014-2019 meminta Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Zulkifli menyatakan, dalam perjalanannya BPIP tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pasalnya, BPIP semestinya membuat konsep dan bahan untuk program training for trainer.

“Sehingga, ASN paham betul tugasnya untuk menjadi itu apa, menjaga merah putih, melayani negara, melayani rakyat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini.

[MBN]

Exit mobile version