Bimata

Erick Thohir Tak Ingin Market Indonesia Dieksploitasi Asing

BIMATA.ID, Jakarta- Menteri BUMN Erick Thohir secara tegas mengatakan bahwa Indonesia memiliki komponen penting untuk menjadi “jawara” ekonomi dunia. Erick menyebut, Indonesia punya market yang dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri.

“Market Indonesia itu sangat mahal, bukan untuk meningkatkan ekonomi asing atau tetangga. Market Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, bukan dipakai untuk menumbuhkan ekonomi negara tetangga atau asing,” tegas Erick, Senin (27/12/2021).

Lebih lanjut, dirinya tak ingin potensi market tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi negara asing. Paling tidak, dari total penduduk sebanyak 270 juta jiwa, 60 persen marketnya terjadi di Tanah Air.

“Kalau people to people movement ini terjadi, walaupun hanya 60 persen dengan 270 juta penduduk Indonesia, marketnya akan terbentuk, itu yang dinamakan community economy,” tambahnya.

Dirinya bersama Kementerian BUMN telah menyiapkan berbagai perangkatnya untuk mendukung market tersebut. Erick Thohir juga menambahkan bahwa penggabungan Holding BUMN Ultra Mikro yang dilakukan oleh Kementerian BUMN berhasil mendapatkan dukungan dari pasar dan dunia.

“Alhamdulillah kita juga bisa membuktikan dengan penggabungan ini (Holding BUMN Ultra Mikro), market yang namanya kapitalis pun mendukung. Terbukti kita bisa meyakinkan pasar dan dunia, kita melakukan penambahan modal yang terbesar di Asia Tenggara senilai Rp 96 triliun, terbesar kedua di Asia, terbesar ketujuh di dunia,” Ujarnya.

 

(ZBP)

Exit mobile version