Regional

Legislator Gerindra Jabar Dorong Pemprov Tingkatkan Indeks Pembangunan Pemuda

BIMATA.ID, Bandung – Anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Gerindra Ibnu Ariebowo Kusumo mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang masih rendah.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPRD Jabar ini menyikapi IPP Jabar yang berada di urutan 20 dari 34 provinsi di Indonesia, dalam keterangan persnya kepada bimata.id, Jumat (12/11).

“Saya mendorong Pemprov Jabar, khususnya yang bermitra kerja dengan Komisi V, untuk meningkatkan IPP Jabar,” kata Ibnu.

IPP adalah sebuah tolok ukur capaian-capaian kepemudaan di lima bidang dasar yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

IPP di Jabar ditengarai menurun selama kurun waktu 2020-2021. Penurunan terjadi pada sektor tenaga kerja, imbas pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Hal tersebut terungkap saat Komisi V DPRD Jabar berkonsultasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Selasa, 9 November 2021.

Anggota DPRD Jabar dari Dapil Kota Bogor menyatakan, masih rendahnya IPP Jabar, terutama terkait ketenagakerjaan, menjadi tantangan bersama. Menurutnya, pelibatan unsur kepemudaan dan konektivitas program dengan instansi lainnya dalam setiap program pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, perlu dioptimalkan ke depannya.

“Diharapkan, setiap program di Pemprov, maupun Pemda merangkul peran serta pemuda dalam setiap menjalankan visi dan misi pemerintahan. Lebih penting lagi konektivitas program di setiap instansi.

Menurut Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jabar ini penurunan IPP di sektor ketenagakerjaan menunjukkan adanya ketidaksinambungan program antara pengembangan pemuda dengan sektor ketenagakerjaan.

“Karenanya, saya minta semua instansi di Pemprov mapun Pemda bisa berkoordinasi untuk meningkatkan IPP Jabar,” harapnya.

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close