Bimata

Kurangi Emisi CO2, Pemerintah Berharap Miliki 3 Juta Kendaraan Listrik di 2030

BIMATA.ID, Jakarta- Pemerintah berharap pada tahun 2030 terdapat 3 juta kendaraan listrik. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sony Sulaksono mengatakan mobil listrik diharapkan mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 4,6 juta ton.

“Sesuai dengan roadmap yang sudah dibuat bahwa kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, salah satunya roda dua. Ini angka yang cukup lumayan dengan asumsi 3 juta (kendaraan listrik). Kalau bisa lebih ya lebih bagus,” ujar Sony.

Saat ini sudah ada 22 produsen kendaraan bermotor listrik di Indonesia. Ekosistem ini diharapkan akan terus berkembang.

“Mudah-mudahan terus berkembang karena kami juga punya roadmap untuk melakukan popularisasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ini,” harapnya.

Menurut Sony, pembelian kendaraan listrik oleh kementerian maupun lembaga instansi pemerintah dapat menjadi salah satu upaya mendorong perkembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik. Melihat harga kendaraan listrik yang lebih tinggi dari kendaraan biasa, Sony mengatakan bahwa masyarakat perlu diedukasi. Salah satunya dengan membangun citra positif dengan menampilkan keunggulan-keunggulannya.

“Harus ditanamkan bahwa motor listrik ini berbeda, prestisius, sehingga wajar kalau harganya di atas yang biasa. Kemudian, swap baterai ini juga salah satu cara untuk membuat harga kendaraan listrik ini mendekati harga motor konvensional,” tegasnya.

Menurutnya, pemanfaatan kendaraan listrik tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mencapai net zero emission (emisi nol persen) pada 2060. Menurut dia, hal tersebut penting dilakukan karena seluruh dunia kini tengah mencari jalan keluar atas krisis perubahan iklim dan Indonesia harus turut berkontribusi.

 

(ZBP)

Exit mobile version