Bimata

BPBD Kulon Progo Menyatakan La Nina Ancam Sejumlah Wilayah Perbukitan Rawan Terjadinya Tanah Longsor

BIMATA.ID, Kulon Progo — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Joko Agus Satyo Nahrowi, menyatakan sejumlah wilayah kecamatan rawan banjir dan tanah longsor, khususnya di daerah perbukitan.

“Wilayah pegunungan jadi titik rawan ancaman longsor Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang, wilayah Pengasih dan Nanggulan, Untuk daerah rawan banjir di Kapanewon (Kecamatan) Galur, Lendah, Panjatan, Temon, Sentolo, dan Wates karena berada di jalur sungai,” katanya, Senin(08/11/2021).

BPBD tengah menyiapkan sejumlah hal untuk menanggulangi dan menangani hal itu. Mulai dari persiapan peralatan, hingga memperbaiki jalur evakuasi bila longsor dan banjir terjadi.

Menurut dia pemerintah menyediakan dana sekitar Rp8 miliar dari pos belanja tak terduga (BTT). Selain itu, skema pendanaan juga bersumber dari APBD.

“Dari APBD Perubahan 2021 dianggarkan Rp20 miliar untuk kebutuhan mendesak pada status kebencanaan,” ucapnya.

Joko menambahkan BPBD juga memiliki anggaran penanganan bencana. Anggaran yang bersumber dari pos BTT itu bisa dipakai atas persetujuan kepala daerah.

“Anggaran penanganan bencana ada pada BTT sehingga kami secara khusus tak memiliki anggaran penanganan bencana,” jelasnya. (oz)

Exit mobile version