RegionalBeritaEkonomiPeristiwaUmum

AIA Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Karalloe di Gowa

Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan H Andi Iwan Darmawan Aras dampingi Presiden Joko Widodo di Kabupaten Gowa

BIMATA.ID, SulselPresiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) menghadiri peresmian Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kemarin (23/11/2021).

Selain AIA, peresmian tersebut dihadiri juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar.

Komisi V sendiri merupakan alat kelengkapan dewan yang mengurusi infrastruktur dan perhubungan yang menjadi tugas dari AIA.

Pembangunan Bendungan Karalloe ini dimulai sejak Desember 2013. Proyek ini sempat tertahan pengerjaannya selama 3 tahun karena masalah pembebasan lahan, dan baru selesai pada tahun 2017.

Legislator Partai Gerindra ini ternyata punya andil dalam pembangunan Bendungan Karalloe. Di periode pertamanya menjadi anggota DPR RI sudah memberikan perhatian lebih untuk kelancaran pembangunan bendungan tersebut.

Pada tahun 2017, legislator dua periode itu datang meninjau pembangunan Bendungan Karalloe bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimoeljono, dan Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang pada saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Sulsel.

Setelah Bendungan Karalloe yang ada di Kecamatan Tompobulu, perbatasan Kabupaten Gowa-Jeneponto diresmikan Presiden Jokowi.

AIA mengaku bersyukur atas peresmian Bendungan Karalloe setelah bertahun-tahun ditunggu oleh masyarakat bisa dinikmati manfaatnya.

“Saya sangat senang, bendungan ini sudah diresmikan. Semoga ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan tentunya bisa meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di Jeneponto,” ujar Ketua Partai Gerindra Sulsel itu, Selasa (23/11/2021).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengungkapkan, Bendungan Karalloe dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp1,27 triliun.

Dia menilai, bendungan yang berada di Kabupaten Gowa ini akan mengairi sekitar 7.000 hektare lahan pertanian yang ada di Kabupaten Jeneponto.

“Sekarang ini petani yang sebelumnya dulu hanya panen padi sekali palawija, nanti insya Allah bisa dua kali panen padi dan sekali palawija sehingga bisa meningkatkan pendapatan (income) bagi para petani,” ujarnya.

(ZBP)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close