EkonomiBeritaKesehatanNasionalUmum

APMAKI Minta Pemerintah Tegas Soal Impor Alkes

BIMATA.ID, Jakarta-  Ketua Umum Asosiasi Peneliti dan Manufaktur Alat Kesehatan Indonesia (APMAKI), Dr Tumiran menjelaskan, produsen alat kesehatan (alkes) dalam negeri perlu mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah. Selama ini produk alkes impor banyak membanjiri pasar Indonesia. Selain menguras devisa negara, kondisi ini tentunya akan berdampak mengurangi penyerapan lapangan pekerjaan bagi para tenaga kerja di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Tasyakuran Terbitnya Ketetapan Halal MUI untuk PT Taishan Alkes Indonesia di Jakarta, Rabu (06/10/2021).

Tumiran mengatakan produsen alkes dalam negeri seperti PT Taishan Alkes Indonesia mampu melakukan transfer teknologi dengan cepat dan menjadi produk kebanggaan dalam negeri.

Sebaliknya, penggunaan produk-produk alkes impor justru akan menguras devisa negara dan akan menghambat penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

“Kita gunakan saja produk dalam negeri seperti yang diproduksi PT Taishan ini, kualitas dan keamanannya juga sudah terjamin. Kalau kita impor terus, tentu akan mengurangi peluang kerja masyarakat Indonesia dan yang pasti akan menyedot devisa kita untuk membeli barang impor,” ujarnya.

“Saya lihat ke dalam pabrik, ternyata betul produksi dalam negeri kita sudah bagus dalam hal penguasaan teknologinya dengan cepat dan memahami masyarakat kita yang mayoritas Muslim, sehingga sertifikasi halal dari MUI ini sangat tepat,” lanjutnya.

Cendikiawan Muslim, KH Syarif Rahmat meminta pemerintah memberi perhatian terhadap perusahaan alkes dalam negeri. Ia meminta pemerintah menindak tegas pihak-pihak yang mengambil kesempatan dengan mengutamakan produk alkes impor dari pada penggunaan produk dalam negeri.

“Orang-orang atau pemain-pemain impor ‘nakal’ yang menghambat penggunaan produk dalam negeri harus ditindak tegas. Jangan sampai produsen swab antigen dalam negeri seperti PT Taishan yang memang punya niat membantu pemerintah dan masyarakat malah dipersulit,” katanya.

 

(ZBP)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close