EkonomiBeritaBisnisNasionalProperti

Realisasi Masih Rendah, Pemerintah Berupaya Tingkatkan Investasi KEK

BIMATA.ID, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan saat ini terdapat 166 pengusaha yang menanamkan investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) hingga Juli 2021.

Sementara, total komitmen investasi di 19 KEK mencapai Rp92,3 triliun hingga Juli 2021. Namun, realisasinya baru sebesar Rp32,76 triliun.

“Hingga Juli 2021, ada 166 pengusaha yang menanam modal di KEK dan menciptakan lapangan kerja untuk 26.741 orang secara langsung dan ekspor Rp3,65 triliun,” Ujar Airlangga.

Airlangga menyebut 129 badan usaha mendaftarkan profil ke dalam sistem aplikasi khusus di KEK. Pendaftaran dilakukan demi mendapatkan beragam fasilitas dari pemerintah. Beberapa fasilitas yang akan didapat, seperti pembebasan PPh, PPN, PPnBM, serta bea masuk.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan sistem yang sudah dibangun di KEK akan memberikan lima manfaat.

Pertama efisiensi, “Hanya cukup satu sistem untuk menyediakan berbagai layanan yang menyangkut KEK,” katanya.

Kedua, kemudahan. Pengusaha hanya perlu memberikan satu dokumen untuk membangun usaha di KEK.

Ketiga, Transparansi. Pelaku usaha dan petugas pajak dapat memantau kegiatan operasi KEK dalam satu sistem. Keempat, keandalan. Dalam aplikasi khusus KEK terdapat infrastruktur yang modern.

Kelima, terintegrasi. Sistem di KEK terhubung dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

 

(ZBP)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close