EkonomiBeritaEnergiNasional

Realisasi Investasi Kawasan Industri Indonesia Masih Rendah

BIMATA.ID, Jakarta- Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi kawasan industri pada semester I 2021 hanya sekitar Rp5 triliun, jumlah tersebut tak sampai 2 persen dari total investasi pada 2020 lalu yang tembus Rp400 triliun. Hal ini berarti jumlah dana yang ditanamkan di kawasan industri masih rendah.

“Total realisasi investasi pada 2020 yang masuk di kawasan industri tidak lebih dari 2 persen, semester I 2021 realisasi di kawasan industri hanya Rp5 triliun lebih sedikit,” ungkap Bahlil dalam Webinar Kawasan Ekonomi Khusus, Senin (13/09/2021).

Melihat kejadian ini, demi menarik investor untuk menanamkan dananya, Bahlil menargetkan harga sewa yang murah untuk seluruh tanah di kawasan industri.

“Jangan sampai fasilitas yang diberikan di kawasan industri seperti tax holiday, tax allowance tidak bisa dieksekusi karena tanah mahal,” kata Bahlil.

Pemerintah juga akan memastikan agar tarif listrik tak membuat keraguan bagi investor untuk menanamkan dana di kawasan industri.

“Ini khususnya untuk energi. Tolong dipikirkan, pengelola kawasan masih mengambil listrik dari PLN dan dijual mahal ke tenant. Ini contoh kecil,” jelas Bahlil.

 

(ZBP)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close