Bimata

Pemerintah Desa Diminta Serius Tangani Stunting, Mendagri: Anak Indonesia Harus Sehat dan Terdidik

BIMATA.ID, Jakarta-  Pemerintah Desa serius menangani stunting. Bila masalah ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

“Pemerintah Desa tolong kontribusi betul program stunting, yaitu pertumbuhan yang tidak baik (tak optimal) di 1.000 hari pertama masa kehidupan, karena kekurangan gizi (bisa menyebabkan) stunting,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat membuka Musyawarah Nasional IV Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Sabtu (18/09/2021).

Pentingnya gizi pada 1.000 hari pertama masa kehidupan merupakan penentu masa keemasan atau golden age bagi anak. Karena itu, peran Pemerintah Desa melalui program-programnya, diharapkan dapat memperhatikan dan menyentuh gizi ibu hamil hingga sang anak dilahirkan.

“Sembilan bulan di kandungan dan 2 tahun masa pertumbuhan, gizi ibu atau anaknya kurang baik akan membuat ia mengalami masalah pertumbuhan,” ujar Tito Karnavian.

Salah satu caranya dengan door to door mengidentifikasi kebutuhan makanan sehat bagi ibu hamil dan anak yang membutuhkan untuk dapat memenuhi gizi pada 1.000 hari pertamanya.

Untuk sektor pendidikan, pemerintah di daerah perlu memperhatikan bagaimana anggaran pendidikan betul-betul dirasakan manfaatnya, termasuk dalam menggenjot pendidikan vokasi.

“Nah ini makanya digenjot program paling utama adalah pembangunan SDM, semua desa harus berpikir seperti itu, supaya tidak terjadi stunting dan kemudian menggenjot pendidikan,” ujar Tito.

Titi menilai, Indonesia memiliki potensi untuk menggenjot instrumen keuangan dan ekonomi dengan dibekali sumber daya melimpah. Tak salah, pada periode pertama Presiden Jokowi fokus untuk membangun dan memperkuat infrastruktur untuk mempermudah konektivitas.

Sementara di periode kedua Presiden Jokowi fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui bidang pendidikan dan kesehatan untuk menciptakan SDM yang unggul lewat sektor Pendidikan formal dan informal, serta SDM yang kuat dan sehat, tanpa stunting.

Pertumbuhan Penduduk dan Bonus Demografi memiliki kaitan yang erat satu dengan lainnya. Lewat SDM yang unggul, sehat, terdidik dan terlatih, akan menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas.

“Anak-anak muda Indonesia harus sehat, terdidik, terlatih, ini akan menjadi kekuatan luar biasa bagi bangsa Indonesia,” tegas Tito.

 

(ZBP)

Exit mobile version