Bimata

Ingin Cetak Sejarah, Gerindra Jabar Incar Kemenangan di Pemilu 2024

BIMATA.ID, Jawa Barat — DPD Partai Gerindra Jabar mengincar minimal 30 kursi di DPRD Jabar pada pemilihan legislatif (pileg) 2024. Kemenangan tersebut akan mencatatkan rekor sebagai partai politik yang menang berturut-turut di Jabar.

Hal itu terungkap saat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Brigjen (Purn) Taufik Hidayat membuka Acara Pendidikan Politik dan Rapat Konsolidasi Partai Gerindra Jabar, di Ballroom El Royale, Sabtu 11 September 2021.

Sekretaris  DPD Partai Gerindra Jabar Abdul Haris Bobihoe mengatakan,  untuk mencapai target tersebut, partai menyamakan visi misi dalam rapat koordinasi yang diikuti seluruh struktural dan DPC Partai Gerindra Jabar. Selanjutnya bakal calon di daerah yang punya kantong suara yang bagus, akan diambil sebagai caleg di tingkat provinsi.

“Mungkin yang sudah 2-3 periode, kita ambil ke provinsi. Kita harapkan dari 15 dapil, minimal masing-masing bisa mendapatkan dua kursi atau daerah yang cukup banyak bisa dapat 3 kursi. Kecuali Kota Bogor cukup 1,” kata Haris usai kegiatan Pelatihan Politik dan Rapat Konsolidasi Partai Gerindra Jabar 

Kepada setiap balon caleg, Haris mengingatkan supaya memiliki kesetiaan terhadap Partai Gerindra. Juga tetap bulat mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024 nanti.

“Jadi kita linier antara pusat dan daerah. Legislatif dan eksekutif dipimpin oleh Gerindra,” ujarnya.

Namun dalam kondisi pandemi, Haris mengatakan, partai harus memperkuat basis di daerah dengan upaya pendekatan pribadi supaya semakin dirasakan oleh rakyat. “Misalnya kita beri bansos (bantuan sosial).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jabar  Iip Hidayat meminta Partai Gerindra terdepan dalam menyukseskan indeks demokrasi Indonesia dan pemilu 2024 mendatang. Tugas partai sekarang adalah melakukan pendidikan politik kepada para kader dan generasi muda.

“Gerindra harus menjaga kondusifitas Jabar dan kesuksesan pemilu. Terlebih kondisi politik di Jabar sudah nyaman, kondusif. Kita sudah teruji fokus pada penanganan pandemi Covid-19, bahu membahu menyelesaikan itu,” jelasnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Rifqi Al Mubarok mengatakan, pemilu secara serentak akan digelar pada 2024. Nanti akan terjadi banyak kompleksitas. Namun KPU telah melakukan persiapan khusus sehingga tahapan pemilu bisa berjalan lancer.

“Lamanya pemilu itu biasanya 20 bulan, sekarang jadi 25 bulan supaya kita bisa mempersiapkan secara optimal. Termasuk juga pemilihan yang biasanya 12 bulan, menjadi 15 bulan. Tujuannya supaya tidak terjadi beban kerja tinggi,” katanya.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Bucky Wikagoe mengatakan, partai telah melihat dan membaca rangkaian tahapan pemilu 2024. Karena itu, partai tidak boleh terlena dengan kemenangan yamg sudah diraih sehingga segera melaksanakan pendidikan politik dan konsolidasi untuk seluruh kader partai se-Jabar.

“Kita sampaikan deskripsi tahapan pemilu. Dari paparan itu, kita mendapat gambaran untuk menyusun strategi, membuat evaluasi, serta membuat program-program kemenangan. Apalagi dalam kontestasi pemilu di Jabar, tidak pernah ada partai pemilu yang menang dua kali. Ini jadi tantangan tersendiri bagi Partai Gerindra untuk mencatatkan sejarah bisa juara lebih dari sekali,” kata Bucky.

Menurut Bucky, modal penting lainnya adalah kemenangan berturut-turut Prabowo Subianto di Jabar pada pilpres sebelumnya. Makanya, Jabar bisa diklaim sebagai gudang suara bagi Partai Gerindra secara nasional.

“Jabar harus jadi barometer kemenangan. Kita tidak boleh lengah. Apalagi dalam kondisi pandemi, strateginya harus tetap selalu bersama rakyat dalam kondisi apapun. Konsep kebersamaan di segala lapisan jadi sangat penting,” jelasnya.

ADV

Exit mobile version