Bimata

Fadli Zon Soroti Ucapan Selamat Jokowi ke Ismail Sabri Yaakob

BIMATA.ID, Jakarta – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Fadli Zon, menyoroti ucapan selamat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru, Ismail Sabri Yaakob.

Hal itu lantaran penggunaan bahasa Inggris yang disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan ucapan selamat kepada Ismail Sabri Yaakob.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menilai, seharusnya Jokowi mengucapkan selamat dengan bahasa Indonesia. Sebab, negara Malaysia menggunakan bahasa yang serumpun.

“Bagusnya Pak @jokowi ucapkan selamat dalam bahasa Indonesia, karena negara tetangga kita Malaysia bahasanya serumpun. Pak @IsmailSabri60 pun paham bahasa Indonesia,” cuit Fadli Zon, dikutip bimata.id dari akun Twitter pribadi @fadlizon, Senin (23/08/2021).

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada PM Malaysia yang baru, Ismail Sabri Yaakob, pada Sabtu, 21 Agustus 2021.

“Warmest congratulations Your Excellency Ismail Sabri Yaakob @IsmailSabri60 on your appointment as the 9th Prime Minister of Malaysia, (Selamat, Yang Mulia Ismail Sabri Yaakob @IsmailSabri60 atas pengangkatan Anda sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-9),” tulis Jokowi, dalam akun Twitter resminya @jokowi.

“Ready to continue working together to strengthen Indonesia-Malaysia bilateral relations (Siap terus bekerja sama untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia),” tutupnya.

 

Ucapan selamat Presiden Jokowi kepada PM Malaysia yang baru, Ismail Sabri Yaakob (Dok. Twitter @jokowi)

 

Untuk diketahui, Istana Negara Malaysia telah mengumumkan Ismail Sabri Yaakob sebagai PM yang baru, setelah Raja Sultan Abdullah bertemu dengan raja-raja Melayu di Kuala Lumpur, Jumat, 20 Agustus 2021.

Terpilihnya Wakil Presiden (Wapres) UMNO berusia 61 tahun ini menggantikan Presiden Partai Bersatu, Muhyiddin Yassin, telah menandakan kembalinya UMNO pada kekuasaan politik Malaysia.

[MBN]

Exit mobile version