Bimata

Ketua MPR Dorong Pemerintah Sosialisasikan Alasan Vaksinasi Berbayar

BIMATA.ID, Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong Pemerintah RI menyosialisasikan kepada masyarakat tentang tujuan adanya vaksinasi Covid-19 berbayar.

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini menyatakan, sosialisasi harus dilaksanakan secara transparan, baik kegunaan maupun perbedaan antara vaksinasi gratis program pemerintah dan berbayar.

“Termasuk dari jenis vaksin yang digunakan, jumlah target penerima vaksin, dan persyaratan lainnya, serta menjelaskan alasan diselenggarakannya vaksin berbayar di sejumlah klinik tersebut,” ucap Bamsoet, Selasa (13/07/2021).

Selain itu, Legislator daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Jawa Tengah VII ini menilai, Pemerintah RI perlu memberikan jaminan dan kepastian kepada masyarakat, meskipun ada vaksin versi berbayar, bukan berarti vaksinasi gratis program pemerintah tidak diprioritaskan.

“Pemerintah harus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pemerintah berkomitmen menuntaskan penyelenggaraan vaksin hingga mencapai target yang telah ditetapkan, baik melalui vaksin program pemerintah maupun vaksin Gotong Royong,” tandas Bamsoet.

Tentu saja, lanjut Bamsoet, Pemerintah RI juga harus melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap implementasi vaksinasi berbayar. Dengan begitu, tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu demi meraup keuntungan pribadi.

Pria kelahiran Jakarta, 10 September 1962 ini mengungkapkan, Pemerintah RI harus terus melakukan evaluasi secara berkala mengenai penyelenggaraan program vaksinasi tersebut.

Apabila memungkinkan, diharapkan agar pelayanan vaksinasi dilakukan melalui program bebas biaya. Dengan cara memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk memastikan perluasan jangkauan vaksinasi.

“Kami meminta pemerintah berkomitmen mempercepat serapan anggaran kesehatan untuk vaksinasi dan perbaikan layanan penanganan Covid-19 di seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan,” ungkap Bamsoet.

[MBN]

Exit mobile version