Bimata

Wujudkan Harga Murah dan Berkualitas, PMT Kementan Kolaborasi Dengan Komunitas Warteg

BIMATA.ID, Jakarta- Pasar Mitra Tani (PMT) Kementerian Pertanian (Kementan) kerja sama Komunitas Warung Nusantara (Kowantara) dalam melebarkan jangkauan pemasaran. Komunitas ini merupakan komunitas pengusaha warung tegal (warteg) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Risfaheri mengatakan, dengan adanya jalinan kerja sama ini merupakan upaya menghadirkan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Tujuan kita agar pangan terjangkau bagi masyarakat. Jadi walaupun bahan pangannya tersedia, kalau harganya mahal tentu aksesibilitas masyarakat terhadap pangan menjadi terganggu. Dengan pasokan langsung bahan pangan dari Gapoktan dan distributor, tentu para Warteg bisa mendapatkan bahan pangan yang berkualitas dengan harga lebih murah, sehingga diharapkan makanan di Warteg terjangkau oleh masyarakat luas,” ujar Risfaheri saat menghadiri launching kerja sama Pasar Mitra Tani dengan Kowantara di Tangerang, akhir pekan kemarin.

Risfaheri menilai kerja sama seperti ini sangat penting dan strategis menghadirkan pangan murah berkualitas.

“Dengan adanya kerja sama PMT ini kita akan menfasilitasi penyediaan bahan pangan tentu dengan harga yang lebih murah karena pasokan langsung dari petani/gapoktan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya ini selaras dengan pernyataan Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi yang mengarahkan agar PMT dapat berperan penting dalam membantu mendistribusikan komoditas pangan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menopang stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Dengan adanya koperasi Warteg ini yang menyediakan bahan pangan lebih murah, tentu akan dapat berperan menyeimbangkan harga di pasar, sehingga kenaikan harga di pasar dapat terkendali,” tambahnya.

Kowantara Korwil Tangerang mengelola Koperasi Usaha Nusantara Jaya (Kuntara) yang membawahi para pengusaha warung tegal. Ketua Kowantara Korwil Tangerang, Rozikin mengatakan di wilayah Tangerang anggotanya mencapai 112 warteg.

“Dengan kerja sama ini kami bersyukur disupport pemerintah melalui Kementan, harapan kami dapat dibimbing bagaimana membesarkan usaha ini, kami siap membantu peran pemerintah dalam pemberdayaan UMKM” ungkapnya.

“Kami ini modal masih minim, tapi kami punya tekad yang kuat untuk maju. Saya yakin sekali pemerintah dengan kerja sama ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu mengangkat perekonomian masyarakat khususnya komunitas warung nusantara ini,” tambahnya.

Terkait akses permodalan, Risfaheri mengatakan pihaknya juga mendorong asosiasi/pelaku usaha di bidang pangan untuk difasilitasi akses permodalan, baik melalui perbankan/Kredit Usaha Rakyat (KUR), CSR, atau lainnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang mendorong pemanfaatan KUR sebagai upaya bersama membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Risfaheri juga berharap keberadaan koperasi Kowantara ini dapat dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh anggota komunitas tetapi juga oleh masyarakat di lingkungan komunitas tersebut.

 

(Bagus)

Exit mobile version