Bimata

Politisi PDI: Tuduhan PKS Terhadap Pemerintah Soal Pajak Sangat Keji

BIMATA.ID, Jakarta- Politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus menanggapi pernyataan Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera yang menyebut pemerintah kejam lantaran hendak memberlakukan pajak terhadap sembako dan pendidikan.

Terkait hal itu, Deddy pun balik menyebut bahwa Mardani lah yang kejam lantaran pernyataannya itu telah membuat gaduh masyarakat Indonesia.

Hal itu diungkapkan Deddy Sitorus dalam acara talkshow di sebuah stasiun televisi swasta, Rabu (16/06/2021).

Deddy menilai sebaiknya isu itu tidak ditanggapi secara berlebihan. Pasalnya, kata Deddy, sampai saat ini RUU terkait pajak sembako dan pendidikan tersebut belum dibahas oleh DPR.

“Sampai saat ini pun rancangan undang-undang itu belum dibahas DPR. Tapi saya mau bilang begini, prinsip yang berlaku di semua negara segala produk dan jasa itu dipajakin, di seluruh negara. Nah kita masih termasuk negara yang masih sangat rendah,” ujar Deddy Sitorus.

Pajak, menurut Deddy, merupakan instrumen negara untuk melahirkan keadilan. Maka dari itu, ia menilai pihak yang menyebut pemerintah kejam lantaran hendak memberlakukan pajak terhadap sembako dan pendidikan adalah pernyataan yang keji.

“Pajak adalah instrumen negara untuk melahirkan keadilan. Jadi kalau pemerintah disebut kejam, seperti yang dilontarkan oleh Mardani Ali (politisi PKS) itu sangat kejam, bahkan keji kalau menurut saya. Karena tidak mungkin kenaikan pajak itu dimaksudkan untuk membuat rakyat menderita,” tegasnya.

Menurutnya, pajak tersebut diberlakukan pemerintah untuk kebutuhan masyarakat seperti membayar gaji pegawai dan belanja publik.

“Dari mana pemerintah mampu membayar gaji pegawai, belanja publik? Yah mayoritasnya dari pajak,” tutur Deddy.

Oleh karena itu, kader PDI Perjuangan ini menilai pernyataan Mardani yang menuding pemerintah kejam soal pajak adalah hal yang disengaja untuk membuat gaduh masyarakat, lantaran politisi PKS itu hanya berasumsi dan belum paham sepenuhnya terkait hal tersebut.

“Pernyataan bahwa negara kejam itu keji karena belum paham. Dia (Mardani) pun belum ngerti duduk persoalannya, maksud tujuannya belum mengerti sudah berasumsi. Wajar, karena ada orang yang sengaja menimbulkan kegaduhan. Barang yang belum menjadi pembahasan secara legalitas, sudah diisukan di ruang publik,” ucap Deddy Sitorus.

Diketahui, beberapa waktu lalu Anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera menyebut rencana pemerintah mengenakan pajak untuk sembako dan pendidikan merupakan langkah yang blunder dan berbahaya.

 

(Bagus)

Exit mobile version