Bimata

Meski 2 Kali Menang Telak, Performa Timnas Italia Belum Puaskan Legenda Juventus

BIMATA.ID, Jakarta- Tim nasional (Timnas) Italia berhasil memetik hasil maksimal kala menjalani matchday kedua Grup A Piala Eropa 2020. Menghadapi Swiss, Gli Azzurri –julukan Timnas Italia– berhasil menang dengan tiga gol tanpa balas.

Dalam pertandingan yang dimainkan di Stadio Olimpico, dini hari WIB tersebut, Timnas Italia memang tampil menekan sejak menit awal. Bahkan Timnas Italia beberapa kali sempat mengancam gawang Swiss di awal-awal pertandingan.

Timnas Italia sendiri berhasil membuka keunggulan atas Swiss ketika pertandingan berjalan 26 menit. Adalah Manuel Locatelli yang berhasil mencatatkan namanya ke papan skor, setelah meneruskan oleh Domenico Berardi.

Pada babak kedua, Timnas Italia sama sekali tidak menggendurkan tekanan mereka ke pertahanan Swiss. Alhasil Timnas Italia berhasil menambah dua gol tambahan melalui aksi Locatelli (52’) dan Ciro Immobile (89’).

Hingga peluit panjang ditiupkan wasit bertanda usainya pertandingan, tidak ada gol tambahan yang dicetak kedua tim. Timnas Italia pun berhasil menyudahi perlawanan Swiss pada pertandingan ini dengan kemenangan 3-0.

Kemenangan tersebut pun membuat Timnas Italia dipastikan melaju ke babak 16 Besar Piala Eropa 2020. Sebab tim asuhan Roberto Mancini tersebut saat ini masih kukuh di pucuk klasemen sementara Grup A Piala Eropa 2020 dengan koleksi enam poin dari dua laga yang sudah mereka mainkan.

Meski berhasil memetik dua kemenangan telak di Piala Eropa, performa Timnas Italia masih belum meyakinkan legenda Juventus, Patrick Vieira. Vieira menilai bahwa kualitas Timnas Italia belum teruji lantaran menang dengan melawan tim yang levelnya berada di bawah mereka.

“Saya pikir dua laga pertama yang mereka mainkan adalah dua laga yang mudah. Tentu saja, Anda harus mengalahkan apa yang ada di depanmu, tapi saya masih ragu mereka bisa sampai akhir,” jelas Vieira, seperti dilaporkan oleh Express, Kamis (17/6/2021).

“Saya percaya bahwa mereka kurang intensitas, kurang tenaga, kecepatan, bahkan mereka bisa lebih berbahaya di depan, jadi saya masih akan menunggu. Saya pikir masih terlalu dini untuk mempertimbangkan Italia, bahwa mereka bisa melaju sampai akhir,” imbuhnya.

 

Exit mobile version