Berita

Industri Baja Indonesia Kembali Bergairah di Tengah Pandemi Covid-19

BIMATA.ID, Jakarta — Corporate Secretary PT Ladang Baja Murni Tbk, Yohanes Fernandes mengungkapkan Industri baja ringan nasional mengalami kemajuan di tengah pandemi Covid-19 mencapai 20 juta ton per tahun pada 2021 terdapat tren positif dengan adanya pemulihan ekonomi nasional dimana diperkirakan kebutuhan baja ringan ditahun ini bisa mencapai 1,8-2 juta ton.

Hal ini tak lain karena adanya dukungan dari pemerintah yang mendatangkan investor, membangun pabrik yang lebih memadai, dan membangun industri di dalam negeri.

“Sekarang pertumbuhan baja nasional sudah bisa mencapai 20 juta ton per tahun. Jika pemerintah terus mendukung para produsen baja di tanah air, maka target kedepan dalam waktu 3 tahun bisa mencapai 25 juta ton per tahun,”ungkapnya, Jumat (11/06/2021).

Yohanes mengatakan, kondisi yang baik ini harus terus dibarengi dengan kesediaan bahan baku yang bersumber industri dalam negeri ataupun impor karena dalam pengerjaannya mengalami kekurangan pasokan dari produsen baja lokal.

Kemudian, dalam berlangsungnya impor baja dari luar negeri, pemerintah menerapkan tarif impor yang mencapai 17,25%.

Namun kebijakan tersebut dinilai tidak menjadi masalah karena industri baja membutuhkan keahlian khusus yang perlu dihargai. Dengan demikian, harga yang ditawarkan kepada konsumen akan mengikuti kenaikan tarif yang diberikan kepada produsen.

“Jadi kalau izin impor ada kenaikan harga, tentu kami juga akan menaikan harga ke konsumen. Tapi dari pasar tidak ada keluhan sebab baja ini menjadi sebuah kebutuhan,” pungkasnya.

Ia juga menerangkan, sebelumnya pada 2019 terdapat peraturan komponen barang jadi harus berasal dari dalam negeri, hal ini disebut menjadi hambatan para distributor dari sisi produksi. Lanjutnya, penurunan penjualan pada baja impor disebabkan karena adanya pembuatan baja yang dilakukan di dalam negeri.

“Dari pengalaman sejauh ini, baja yang impornya turun itu baja-baja yang bisa diproduksi sendiri di dalam negeri,” tutupnya.

[oz]
Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close