Bimata

40 Hektar Lahan Petani Tembakau di Jombang Rusak Tergenang Air

BIMATA.ID, Jombang — Kepala Desa Bawangan Kecamatan Ploso Bakhtiar Efendi mengatakan hujan deras membuat lahan petani tembakau di lima kecamatan di Kabupaten Jombang yang selama ini menjadi sentra tembakau terancam mati akibat tergenang air.

“Kalau di desa kami luas lahan pertanian sekitar 40 hektar. Paling banyak ditanami tembakau. Sisanya ditanami semangka dan blewah (garbis). Semuanya tergenang air,” kata bakhtiar, Senin (28/06/2021).

Dari peristiwa itu, kerugian petani juga sangat besar. Rinciannya, setiap hektar menghabiskan modal Rp 10 juta. Mulai bibit, pengobatan, hingga perawatan.

Atas kondisi itu, Bakhtiar berharap ada kepedulian dari Pemkab Jombang. Semisal mengucurkan bantuan benih dan sejenisnya. “Karena untuk tanam lagi sangat berat. Petani tak memiliki modal lagi,” ungkapnya.

Bakhtiar juga berharap pemerintah melakukan normalisasi Sungai Afvoer Bancang. Sungai tersebut melintasi sejumlah desa di Kecamatan Ploso hingga Kudu. Karena mengalami pendangkalan, air sungai sering meluap ke lahan pertanian warga.

“Kami berharap ada normalisasi Sungai Afvoer Bancang. Karena sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan. Air yang meluap kemudian menggenangi lahan tembakau,”Pungkas Bakhtiar Efendi.

[oz]

Exit mobile version