BeritaEkonomiPertanianRegional

Sekolah Tani, Bantu Petani Tua dan Jaring Kaum Milenial

BIMATA.ID, Jakarta- Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) meluncurkan Sekolah Tani pada 10 April 2021. Sekolah Tani ini dicetuskan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC), lembaga yang fokus pada program pengendalian pertanian tembakau. Yakni pendampingan petani tembakau guna peningkatan kesejahteraan.

Ketua MTCC Retno Rusdijati mengatakan, salah satu pendampingan yang dilakukan MTCC adalah pendampingan untuk diversifikasi pertanian. MTCC tidak melarang petani menanam tembakau. Namun, mengajak mereka untuk turut menanam tanaman lain. Misalnya, di Temanggung petani menanam tembakau sekaligus menanam kopi.

Sayangnya, usai melakukan diversifikasi, permasalahan petani belum rampung. Petani masih dihadapkan pada perkara pasar maupun harga komoditas. Sekolah tani lantas didirikan untuk membantu menguraikan permasalahan ini.

“Di Unimma tidak ada fakultas pertanian tapi kami ingin membantu mereka. Sekolah tani ini arahnya nanti dijadikan sebagai pusat studi,” tutur Retno.

Sekolah tani didukung oleh jaringan Muhammadiyah. Sekolah ini menyasar petani lama dan pemuda milenial agar tertarik pada pertanian.

Bagi petani lama, akan dibantu dari sisi diversifikasi. Termasuk membantu proses penanaman hingga pemasaran hasil pertanian. Sementara para pemuda milenial, akan difokuskan pada urban farming. Pertanian di lahan perkotaan atau di lahan sempit. Sehingga, tidak ada alasan kekurangan lahan sebagai hambatan. Kemudian untuk pemasaran, nantinya akan dikuatkan dari penggunaan media sosial untuk promosi.

“Sudah ada 40 yang ikut. Tapi pemuda milenialnya memang belum terlalu banyak,” ujar Retno.

Untuk menjaring petani milenial, sejauh ini masih menggunakan jaringan Muhammadiyah. Salah satunya melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Selain itu juga melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Mengingat Unimma juga telah menjalin kerja sama dengan 22 kota/kabupaten di Jawa Tengah. Retno juga mengatakan, kurikulum Sekolah Tani sudah disusun. Usai Hari Raya Idul Fitri, kelas-kelas pun siap dimulai. Baik secara daring maupun luring.

“Sekolah Tani terbuka untuk seluruh warga Indonesia dan tidak berbiaya. Monggo, nanti peserta dapat sertifikat,” kata Retno.

(Bagus)

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close