PertanianBeritaEkonomiRegional

Petani Indramayu Keluhkan ke Presiden Jokowi Bantuan Satu Traktor Tahun 2012 Belum Sampai

BIMATA.ID, Jakarta- Presiden Joko Widodo meninjau aktivitas panen padi di kawasan pertanian Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/04/2021). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi mendengarkan sejumlah keluhan dari para petani.

Husen misalnya, ia menyampaikan kepada Presiden Jokowi memerlukan mesin combine harvester (mesin pemanen padi). Husen mengatakan, kewalahan untuk mencari tenaga kerja jika panen terjadi serempak.

“Kalau kita pakai gerabagan listriknya ada yang sampai 2-3 malam nggak ke- gerabagan tuh Pak. Jadi padi yang tadinya bagus kayak gini bisa hitam Pak, apalagi kalau kena hujan sudah rusak sekali Pak,” beber Husen.

Keluhan lain kepada Presiden Jokowi juga disampaikan Kelompok Tani Tegal Girang Dewi Sri bernama Ruwi Ibrahim. Ia mengatakan, lokasi Tegal Girang yang berada paling ujung sangat membutuhkan mesin pompa.

“Mesin pompanya itu sudah pada rusak. Mintanya mesin pompa air, jangan gede sekali Pak,” katanya.

“Saya sudah dapat bantuan tahun 2012 traktor 1 Pak, tapi sampai sekarang belum dapat Pak,” lanjut Ruwi.

Keluhan petani juga disampaikan Warli dari Malang Sari. Warli mengaku sebagai petani sulit mendapatkan harga pupuk yang murah atau subsidi. Warli mengatakan, keberatan jika harus membeli pupuk dengan harga normal atau tidak disubsidi.

“Pupuk sih ada Pak, banyak Pak, cuma petani mau yang subsidi. Jadi sedikit terkendalala masalah pembiayaannya. Jadi mohon kalau harga pupuk mahal, harga padinya seimbang,” pintanya.

Menyikapi keluhan Petani, Presiden Jokowi langsung menginstruksikan Menteri Pertanian untuk memenuhi kebutuhan yang diminta oleh Petani. Dalam kesempatan tersebut, Mentan Syahrul Yasin Limpo memastikan alat-alat yang dibutuhkan petani dikirimkan minggu ini.

“Urusan pupuk ini nanti saya coba bicarakan dengan Pak Mentan di dalam rapat di Istana nanti coba solusinya seperti apa. Tapi saya nangkep apa yang dimaksudkan,” kata Jokowi.

“Biaya-biaya seperti itu kalau terlalu membebani jadi harga gabah yang Rp4.200 pun kemakan dengan biaya pupuk. Nanti saya rapatkan di Istana,” tambahnya.

 

(Bagus)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close