Bimata

Legislator PAN Klaim Antusias Masyarakat Terima Vaksin Nusantara Cukup Tinggi

BIMATA.ID, Jakarta – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Saleh Partaonan Daulay menyampaikan, antusiasme masyarakat untuk menerima vaksin Nusantara cukup tinggi. Meskipun produk vaksin ini masih dalam penelitian.

“Minat terhadap vaksin Nusantara ini ternyata sangat tinggi. Terbukti dengan antrian panjang yang ada. Pihak RSPAD membatasi vaksinasi, karena mereka masih fokus pada studi dan penelitian yang dilaksanakan,” ucap Legislator daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) II ini, Jumat (16/04/2021).

Vaksin Nusantara diakui politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini tanpa efek samping dan mampu meningkatkan imunitas. Ia pun juga menjadi salah satu penerima vaksin yang digelar di RSPAD Gotot Subroto, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Alumnus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan ini menegaskan, tidak ada unsur politik dalam pengembangan vaksin gagasan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Agus Putranto.

“Kita berani jadi contoh untuk divaksin lebih awal. Saya melihat, para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikitpun,” tegas Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah periode 2010-2014 ini.

Sementara, Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan, saat ini vaksin Nusantara belum mendapatkan dukungan dari Pemerintah RI. Mengingat, vaksin tersebut belum mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Pada prinsipnya semua vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat harus mendapatkan izin dari Badan POM, terutama dalam aspek keamanan efikasi dan kelayakan,” ungkap Wiku, Kamis (15/04/2021).

“Selama memenuhi kriteria Pemerintah akan memberikan dukungan,” tutup Wiku.

Untuk itu, Wiku mengimbau, agar peneliti vaksin Nusantara segera berkoordinasi dengan BPOM terkait pengembangan vaksin tersebut. Sehingga, isu terkait vaksin ini bisa cepat terselesaikan.

[MBN]

Exit mobile version