BeritaEkonomiHeadlinePolitikSains & Tek

Andre Rosiade Apresiasi Program Kompor Listrik

BIMATA.ID, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia (RI), Erick Thohir mengatakan, penggunaan kompor listrik atau induksi dapat memberikan penghematan untuk negara.

Tanggapi hal itu, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andre Rosiade, mengapresiasi program tersebut.

“Saya kira ini bentuk kejelian melihat kompor listrik sebagai bentuk penghematan. Karena penggunaan energi listrik lebih murah ketimbang dengan penggunaan gas,” kata Andre, Kamis (01/04/2021).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ini menegaskan, dorongan penggunaan kompor listrik merupakan bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional dan dilakukan dengan dukungan masyarakat.

“Dan semangat yang lain adalah kita bisa menekan impor elpiji. Dari sini kita bisa membangun kemandirian, tidak ada lagi ketergantungan,” tegas Andre.

Legislator daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Sumbar I ini juga mengapresiasi kerja sama antara Kementerian BUMN RI dengan Kementerian PUPR RI. Kerja sama ini mengenai penguatan ketahanan energi nasional salah satunya dalam upaya menekan impor gas di masa depan.

“Sinergi antara Menteri BUMN dan Menteri PUPR ini menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan energi,” imbuh Andre.

Kompor listrik menjadi salah satu opsi untuk mengerem impor LPG. Maka itu, Pemerintah tengah mendorong pemakaian kompor ramah lingkungan. Selain itu, kompor listrik juga memberikan keuntungan bagi masyarakat. Sebab, pemakaian kompor listrik lebih irit.

Menteri BUMN RI, Erick Thohir menyebut, pihaknya bersama kementerian lain berusaha mendorong pemakaian kompor listrik. Dirinya bahkan menyebut, untuk yang meminjam uang di Bank BTN harus memiliki kompor listrik.

“Kita juga bicara mengenai kompor listrik ini, kami kementerian dan tentu PLN man-challenge bener nggak, kalau diganti kompor masyarakat juga menghemat? Kalau diganti kompor nambah ya pasti nggak mau. Karena kita coba hitung rata-rata per bulannya makanya keluar angka Rp 147 ribu dengan (kompor) listrik Rp 118 ribu,” ujar Erick, dalam acara penandatangan nota kesepahaman sinergi antara PLN dengan BUMN dan Kementerian PUPR.

[MBN]
Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close