Regional

Usai Diksar Mapala, Mahasiswa IAIN Bone Meninggal

BIMATA.ID, BONE — Usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Mahasiswa IAIN Bone meninggal di rumah sakit M Yasin Bone, mahasiswa tersebut diduga memgalami tindakan kekerasan saat proses pelaksanaan Diksar Mapala IAIN Bone yang dilksanakan selama 8 hari.

Diketahui Masiswa IAIN Bone Irsan Amir (19) dilarikan ker Rumah sakit M Yasin pada senin 15 Maret 2021 saat keluarganya mengetahui terdapat banyak luka memar di sekujur tubuh Irsan dan mengalami pengerasan di bagian perut.

Menurut Irmawati Kakak Korban, Adiknya meminta ijin ke orang tuanya untuk mengikuti pelatihan selama 8 hari, sepulang dirumah pada tanggal 12 maret kata irma, dirinya melihat adiknya dengan kondisi banyak luka memar di sekujur tubuhnya.

“Saat pulang dirumah pada Malam Sabtu, saya melihat adik saya banyak luka memar, selama 2 hari dirumah dia ndak pernah keluar karena ndk bisa gerak, pada senin pagi dia dibawa ke Rumah sakit M Yasin karna saya melihat pengerasan pada bagian perutnya, tidak lama dirumah sakit sekitar jam 11 siang adik saya meninggal,” kata Irma, Selasa 16 Maret 2021

Meninggalnya Irsan Amir Mahasiswa IAIN Bone tidak dapat diterima oleh sanak keluarganya, hingga peristiwa tersebut dilaporkan ke Polres Bone guna untuk ditindak Lanjuti.

Kasat Reskrim Polres Bone Ajun Komisaris Polisi Ardy Yusuf membenarkan adanya laporan dari keluarga korban Mahasiswa IAIN Bone yang meninggal usai mengikuti Diklat Mapala.

“Hasil penyelidikan kita dan sudah dapat beberapa gambar di TKP dan kita identifikasi 18 Panitia dan 7 orang pesertanya, sekarang pendalamannya kepada keluarga karena sebelum mengikuti Diksar ada tanda tangan persetujuan masing-masing keluarga dan tidak ada pelanggaran HAM,” Kata Ardy

Ardy menambahkan, sejauh ini 5 peserta Diksar sudah dimintai keterangan dan mengarah pada dugaan tindak kekerasan, namun kata Ardi hasil Visum dari rumah sakit yang akan menentukan.

Sahar/Usman

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close