BeritaPolitikSains & Tek

Strategi Presiden Jokowi Atasi Teknologi dalam Negeri yang Tertinggal

BIMATA.ID, Bogor – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) mengakui teknologi dalam negeri masih tertinggal. Ia mempersilahkan pelaku usaha maupun industri menyerap teknologi dari luar negeri.

“Silahkan teknologi diambil dari perusahan luar. Enggak apa-apa kok,” ungkap Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (05/03/2021).

Namun, Presiden meminta produksi dilakukan di dalam negeri. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Tanah Air.

“Kita selalu mewajibkan transfer teknologi dan kemampuan SDM kita untuk bisa mengikut dan naik kelas, sehingga membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya untuk masyarakat,” pungkas Jokowi.

Kepala Negara juga menegaskan, pelaku usaha terus mengundang investasi dan teknologi maju masuk ke Indonesia. Dengan begitu, investor bisa membangun pabrik di Tanah Air.

“Silahkan pasarnya ekspor dan dalam negeri, sehingga kita maju bersama-sama. Asal, jangan mereka dapat untung kita jadi penonton. Tidak boleh seperti itu lagi,” tegas Jokowi.

Pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 ini mengatakan, ingin investor dan pelaku usaha kelas kakap menggandeng Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pengusaha daerah. Pengusaha kecil harus diberdayakan.

“Saya tidak mau negara kita hanya dijadikan pasar saja. Saya juga tidak mau ada praktik perdagangan yang tidak fair apalagi membahayakan UMKM,” katanya.

[MBN]

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close