RegionalUmum

Rektor IAIN Bone Bantah Mahasiswa Meninggal Akibat Diksar Mapala

BIMATA.ID, BONE — Setelah pihak keluarga Irsan Amir Mahasiswa IAIN Bone yang meninggal usai  mengikuti Pendidikan Dasar ( Diksar) Mapala IAIN Bone resmi melaporkan ke Mapolres Bone pada selasa 16 Maret 2021 Kemarin atas dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh seniornya saat proses Diksar Mapala selama 8 hari.

Hal ini langsung mendapatkan bantahan oleh Rektor IAIN Bone Prof Andi Nusul saat di konfirmasi di Kampus IAIN Bone, ia menjelaskan kematian Irsan tidak ada sangkut pautnya dengan Diksar yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).

Andi Nuzul menyampaikan, meninggalnya seorang Mahasiswa tidak memiliki hubungan dengan pelaksanaan diksar yang dilakukan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) IAIN Bone, karena kata Nuzul sudah 3 hari pasca kepulangan Irsan Amir dari Diksar.

“Meninggalnya itukan 3 hari setelah kepulangannya dari Diksar, kita tidak mengatakan ada hubungannya dengan itu tapi dengan tenggang waktu 3 hari, apalagi saya dengar dia baik-baik saja dengan temannya dan bakar-bakaran ikan, karena sakit dia dibawa ke Rumah sakit,” Jelas Nuzul Rabu 17 Maret 2021.

Nuzul menambahkan, kematian Irsan tidak serta merta karena Diksar karena selama 3 hari masih berbaur dengan teman-teman nya, apalagi saat ini kata dia, Diksar Mapala IAIN Bone memprioritaskan pemahaman dan kecerdasan walau masih ada fisik.

“Laporan dari pembinanya tidak lagi ada kekerasan secara fisik, apalagi Pelaksanaan Diksar sudah sesuai dengan prosedur,” Lanjut Nuzul

Sebelumnya, Irsan Amir (19) Mahasiswa Semester 2 di Kampus IAIN Bone ini dilarikan ke Rumah Sakit pada Senin 15 maret, karena kata Irma kakak Irsan, sejak dirinya pulang dari Lokasi Diklat Irsan tidak pernah keluar rumah lantaran seluruh tubuhnya sakit saat gerak dan mengalami pengerasan pada bagian perut.

Irma melanjutkan, Adiknya meminta izin ke orang tuanya untuk mengikuti pelatihan selama 8 hari, sepulang dirumah pada tanggal 12 maret kata irma, dirinya melihat adiknya dengan kondisi banyak luka memar di sekujur tubuhnya.

“Saat pulang dirumah pada Malam Sabtu, saya melihat adik saya banyak luka memar, selama 2 hari di rumah dia ndak pernah keluar karena gak bisa gerak, pada senin pagi dia dibawa ke Rumah sakit M Yasin karna saya melihat pengerasan pada bagian perutnya, tidak lama dirumah sakit sekitar jam 11 siang adik saya meninggal,” kata Irma.

Sahar/Usman

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close