BeritaEkonomiPertanianRegional

Program Padat Karya Tambah Penghasilan Petani Saat Musim Paceklik

BIMATA.ID, Bojonegoro— Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, program padat karya merupakan suatu kegiatan produktif yang dilaksanakan dalam rangka memberikan kesempatan kerja dan menambah penghasilan bagi petani pada saat musim paceklik.

“Program padat karya infrastruktur pertanian ini diharapkan dapat menyentuh langsung kebutuhan publik sehingga dapat memberikan peningkatan produksi pertanian, juga pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja bagi petani dan masyarakat sekitarnya yang belum punya pekerjaan tetap,” ujar Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, menambahkan bahwa program padat karya mampu membantu pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya dengan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), pembangunan embung, dan Jalan Usaha Tani (JUT) menggunakan dana tugas pembantuan.

“Tak hanya menyejahterkan petani, program padat karya juga bisa sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan program padat karya oleh masyarakat (P3A dan Poktan) dilakukan melalui pola transfer dana pemerintah langsung ke rekening kelompok penerima manfaat,” tuturnya.
Adapun fokus utama program tersebut ialah pada pembangunan infrastruktur pertanian, seperti pembangunan jalan usaha tani, pembangunan embung, atau pengembangan prasarana dan sarana pertanian lainnya dengan melibatkan warga atau swadaya masyarakat.
“Pelaksanaan fisik dilakukan oleh kelompok tani penerima manfaat tersebut secara padat karya yang dibimbing oleh petugas pertanian yang ada di daerah,” jelas Sarwo Edhy.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta dan KP) Bojonegoro, Helmy Elisabeth, mengungkapkan bahwa di tahun 2020 pihaknya mengklaim telah sukses membangun beberapa infrastruktur berupa pembangunan beberapa Jaringan Irigasi Desa (Jides), Jalan Usaha Tani (JUT), irigasi perpompaan dan sumur bor di beberapa titik lokasi areal persawahan desa dalam mendukung program pertanian di Bojonegoro.

“Program tersebut (padat karya) sangat bermanfaat untuk para petani karena dapat memperlancar aliran debit air sehingga mempercepat pengairan pertanian dan meningkatkan perluasan areal tanam,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan guna memperlancar aliran debit air sehingga mempercepat pengairan areal pertanian. Dalam peran sentralnya, air berperan penting terhadap keberlangsungan dunia pertanian.

Helmi juga menambahkan, sepanjang tahun 2020 pihak Disperta dan KP Bojonegoro telah merealisasikan program JUT dan Jides di 12 kecamatan, program JUT di 12 kecamatan dan irigasi pompanisasi sumur bor sukses terealisasi di 10 kecamatan yang ada di Bojonegoro.

“Disperta dan KP telah sukses merealisasikan JITUT, JUT, dan program sumur bor di beberapa kecamatan,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap dengan meningkatnya fungsi layanan irigasi melalui realisasi tiga program pembangunan pertanian tersebut, nantinya dapat meningkatkan perluasan areal tanam maupun indeks pertanaman dan produktivitas pertanian yang ada di wilayah Bojonegoro.

“Harapan kami tentunya mampu meningkatkan perluasan areal tanaman dan produktivitas pertanian seiring lancarnya irigasi,” pungkasnya.

 

(Bagus)

Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close