Bimata

Kementan Harap Harga Cabai Turun

BIMATA.ID, Jakarta- Harga cabai masih bertahan tinggi hingga hari ini. Meski begitu, Kementerian Pertanian (Kementan) berharap harga cabai bisa segera menurun pada April-Mei mendatang.

“April-Mei Insya Allah harga turun. Beberapa daerah sentra, curah hujan sudah berkurang, petani mulai menyiapkan pertanaman cabainya,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto.

Nantinya panen cabai akan dilakukan pada April dan Mei mengingat para petani di sentra produksi sudah mulai menyiapkan persemaiannya sejak Februari lalu dan proses penanamannya dilakukan pada Maret.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), Per 12 Maret 2021, harga rata-rata cabai rawit merah di seluruh Provinsi mencapai Rp 95.100 per kg. Harga ini meningkat dari akhir Februari (26/02/2021) yang sekitar Rp 88.900 per kg. Sementara itu, harga rata-rata cabai rawit hijau di seluruh prodvinsi sekitar Rp 59.750 per kg, lalu cabai merah besar sekitar Rp 50.300 per kg dan cabai merah keriting mencapai Rp 50.300 per kg.

Akhir Desember lalu Kementan sudah memproyeksi harga cabai akan turun pada minggu kedua Januari. Prihasto pun menerangkan, penyebab harga cabai tak kunjung menunjukkan penurunan karena curah hujan yang cukup tinggi di sentra-sentra cabai, banyak cabai yang terkena banjir, rusak dan busuk.

“Gerdal OPT (Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman) dilakukan untuk pengendalian OPT canai di sentra-sentra cabai,” tambah Prihasto.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri pun berharap agar harga cabai benar-benar mengalami penurunan di April atau mei. Dia jua meminta agar pernyataan tersebut diikuti dengan tindakan nyata. Apalagi menurutnya, Kementan masih memiliki waktu 1-2 bulan.

Sudah saatnya Kementan melakukan pendampingan kepada petani yang memang sudah mulai memasuki masa pertanaman. Dia juga berharap Kementan tak hanya membuat pernyataan terkait harga yang akan turun tetapi dibarengi dengan kerja yang terlihat.

“Kalau saran saya statement itu diimbangi dengan kerja, melakukan pendampingan mengadvokasi petani cabai, kalau perlu mensubsidi pupuk, pendampingan pembiayaan terhadap kelompok-kelompok tani. Justru itu yang jauh lebih penting dibandingkan dengan memberikan statement. Pastikan lapangannya dulu baru memberikan statement, takutnya seperti kemarin,” ujarnya.

Harga yang tak turun sesuai dengan perkiraan Kementan beberapa bulan lalu menunjukkan Kementan tak melakukan upaya apapun. Proyeksi harga yang turun hanya mengandalkan laporan internal tanpa melibatkan seluruh stakeholder.

“Semoga pernyataan kali ini ini diimplementasikan dengan kerja-kerja, sehingga semuanya tercapai,” tambah Abdullah.

 

(Bagus)

Exit mobile version