PeristiwaBeritaHukumNasional

Seruan Habib Rizieq Bukti Tak Ada Dendam dengan Pemerintah

BIMATA.ID, Jakarta- Habib Rizieq Shihab menyerukan pengikutnya membantu pemerintah mengatasi bencana. PKS menilai sikap empati Habib Rizieq menunjukkan sikap kematangan berbangsa meskipun dia tengah berada di penjara.

“Yang kami tahu Habib Rizieq sangat empatik dengan berbagai peristiwa sosial seperti bencana dan lain-lain beliau sejak tsunami Aceh dan bencana-bencana lainnya selalu terdepan bersama relawan lainnya dalam membantu penanganan korban,” kata Ketua DPP PKS, Bukhori Yusuf.

“Karenanya, jika kali ini meski berada dalam jeratan hukum yang terkesan dipaksakan beliau tetap menunjukkan sikap kenegarawanan dan kematangan dalam berbangsa,” lanjutnya.

Menurut Bukhori, sikap Habib Rizieq menandakan tidak ada rasa dendam kepada pemerintah. Dia menyayangkan jika Habib Rizieq dianggap sebagai sosok yang intoleran.

“Tidak ada kesan dendam sama sekali dengan rezim dengan orang per orang, sangat disayangkan jika sosok seperti ini justru dianggap sebagai sosok yang tidak toleran atau tidak open minded,” ujarnya.

Seruan Habib Rizieq yang mengajak pengikutnya membantu pemerintah itu karena turut prihatin atas bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Hal itu disampaikan pengacaranya, Azis Yanuar.

“Pesan beliau bantu seluruh korban bencana apa pun tanpa pandang suku agama, ras, dan apa pun sukunya,” kata pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, Senin (18/1/2021).

Habib Rizieq, mengatakan Front Pembela Islam selalu terdepan dalam membantu penanganan bencana. Habib Rizieq juga mengajak semua pihak bekerja sama dengan Front Persaudaraan Islam dalam membangun Indonesia.

“Lanjutkan perjuangan Front Pembela Islam yang memang selalu terdepan dalam membantu bencana tanpa pandang agama, suku, ras. Bantu pemerintah dalam mengatasi bencana ini,” ucap Aziz.

“Mari bahu-membahu untuk persaudaraan Indonesia. Bersama Front Persaudaraan Islam kita membangun Indonesia lebih baik,” imbuhnya.

 

(Bagus)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close