BeritaHeadlineNasional

Kemenhan Menanggapi Temuan Drone Milik Asing Yang Ditemukan di Laut Sulawesi

BIMATA.ID, Jakarta — Melalui Juru Bicara  Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta publik untuk tidak berpolemik terkait temuan drone bawah laut di Laut Selayar, Sulawesi Selatan Kemenhan menegaskan akan menangani masalah tersebut bersama dengan Mabes TNI, khususnya TNI Angkatan Laut (AL).

“Kemenhan dan Mabes TNI, khususnya AL pasti akan menangani permasalahan tersebut,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Senin (4/1/2021).

Dahnil menjelaskan, saat ini TNI AL juga sudah menyatakan drone yang ditemukan tersebut merupakan seaglider yang biasa digunakan untuk survei data oseanografi.

Pihak TNI AL melalui Pusat Hidrografi dan Oseanografi akan menyelidiki lebih lanjut drone tersebut.

“Menhan Prabowo Subianto berharap rakyat Indonesia terus mendukung TNI bekerja keras untuk pertahanan Indonesia dan mari bersama memperkuat pertahanan rakyat semesta untuk memastikan NKRI yang lebih kuat,” katanya.

Beberapa waktu lalu, seorang nelayan di Sulawesi menemukan drone bawah laut yang diduga milik Tiongkok di perairan Selayar.

UUV diangkat dari air oleh nelayan setempat pada tanggal 20 Desember lalu, tapi baru dilaporkan ke pihak berwenang enam hari kemudian.

Temuan drone bawah laut oleh seorang nelayan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan menimbulkan polemik dari berbagai pihak Bahkan ada yang menyebut alat tersebut seolah sinyal akan perang besar di masa depan.

Meski begitu, hingga saat ini belum bisa dipastikan dari mana alat yang kemudian diketahui sebagai seaglider itu berasal.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono meminta anak buahnya untuk memberi hasil dari penyelidikan drone tersebut.

“Saya beri waktu satu bulan Pak Kapushidros untuk bisa menentukan atau membuka hasilnya biar ada kepastian,” kata Yudo saat menyampaikan konferensi pers di Gedung Pushidorsl, Ancol, Jakarta Utara.

[oz]
Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close