Bimata

Persiapan Komprehensif Pemerintah Untuk Vaksinasi

BIMATA.ID, JAKARTA- Masyarakat sudah menunjukkan antusiasmenya. Hasil survei nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang didukung UNICEF dan WHO menunjukan bahwa mayoritas masyarakat siap divaksin Covid-19.

Antusiasme masyarakat ini disambut dengan persiapan yang matang dan komprehensif. Sistem distribusi dan pendataan yang memanfaatkan teknologi informasi jadi salah satu yang mendapat perhatian pemerintah.

Pemerintah Indonesia menggunakan pengalaman dalam vaksinasi polio sebagai salah satu bekal acuan mempersiapkan vaksinasi Covid-19. Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 1995 yang sukses membebaskan Indonesia dan generasi penerus dari ancaman polio menegaskan Indonesia bisa melakukan program vaksinasi Covid-19 juga dengan sukses.

Penasihat Field Epidemiology Training Program (FEPT) dr. I Nyoman Kandun, MPH, yang sekaligus pernah menjabat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes 2006-2008 menyatakan bahwa komitmen politik jadi faktor penting. Pemerintah Indonesia jelas berkomitmen penuh untuk menjadikan warga negara Indonesia keluar dari tekanan pandemi Covid-19.

Hal senada juga diungkapkan dr.Jane Soepardi selaku konsultan imunisasi dan pengawasan untuk Lembaga Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC Atlanta Kantor Indonesia.

Komitmen kuat dari jajaran pemerintah serta dukungan sumber daya tenaga kesehatan dan logistik membantu Indonesia terbebas dari polio. Kali ini, wujud komitmen pemerintah dengan mengusahakan vaksin yang aman, efektif dan bermutu, kemudian terdistribusi dengan tepat.

Persiapan juga dilakukan dengan menggelar uji coba vaksinasi Covid-19. Baru-baru ini, simulasi vaksin Covid-19 digelar di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir untuk memantau langsung keberlangsungan vaksinasi.

Vaksinasi Covid-19 ini juga memanfaatkan kehandalan teknologi informasi dan komunikasi. Digitalisasi data untuk memudahkan pemantauan dan pencatatan dioptimalkan.

Pemerintah menggandeng BUMN PT Telkom Indonesia dan PT Bio Farma (Persero). Kedua BUMN ini diberi tugas untuk mempersiapkan sistem satu data yakni reformasi end-to-end agar persoalan vaksin bisa terurai dengan baik.

Direktur Digital Bisnis Telkom Fajrin Rasyid menjelaskan, seluruh data yang dibutuhkan sedang dalam tahap pencocokan dan pengintegrasian antar kementerian dan lembaga terkait. Fajrin bahkan optimistis sistem ini bisa mempercepat proses vaksinasi.

“Nanti ketika vaksin sudah ada, kita akan memonitor produksi, bagaimana pengirimannya, jumlahnya dan di-matching-kan dengan kebutuhan vaksin tadi,” ungkap Fajrin.

Sistem ini akan langsung memberikan data berdasarkan prioritas yang ditentukan oleh Kemenkes. Sistem ini kemudian akan digunakan untuk program vaksinasi bantuan pemerintah, maupun jalur mandiri.

“Sehingga orang yang terdaftar di satu sistem, tidak terdaftar di sistem lainnya,” tambah Fajrin.

Sebagai pihak produsen dan distributor vaksin Covid-19, Bio Farma akan memastikan keamanan hingga ketersediaan vaksin secara digital.

“Ada informasi detail mengenai ID-nya, kapan akan expiredbatch number-nya berapa, serial number-nya berapa, dan seterusnya ada. Ini adalah mungkin yang pertama kali di Asia Tenggara,” terang Soleh Ayubi selaku Direktur Digital Healthcare Bio Farma.

Berkat sistem digitalisasi ini, Bio Farma nantinya bisa memantau pendistribusian vaksin.

“Masing-masing cold roomchiller, truk dan motor ini akan dipasang sensor lokasi, sensor suhu dan untuk yang truk akan dipasang sensor perilaku. Kita akan tahu pasti, misalkan ada 83 truk, kita tahu masing-masing posisinya ada di mana, berdasarkan barcode tadi akan tahu di dalam truk isinya berapa, sedang di mana, menuju ke mana, kita akan tahu secara real-time,” kata Soleh.

Pemerintah telah mempersiapkan vaksin dan vaksinasi Covid-19. Kerumitan dan kompleksitas terkait hal tersebut sudah diantisipasi sejak dini. Berbagai jawaban dan langkah diujicobakan. Kerja besar ini perlu disambut dengan terus menjalankan secara ketat protokol kesehatan oleh siapapun. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan tetap wajib dilakukan demi kesehatan pulih dan ekonomi bangkit.

 

(Bagus)

Exit mobile version