Bimata

KPU Depok Klaim Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Meningkat

BIMATA.ID, Depok – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mengklaim, bahwa tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 9 Desember 2020 kemungkinan meningkat dibanding dengan Pilkada Kota Depok edisi sebelumnya.

Namun, KPU Kota Depok belum dapat menjelaskan angka pasti. Akan tetapi, berdasarkan informasi yang dihimpun, tingkat partisipasi pemilih di atas 60 persen.

“Kalau informasi dari beberapa pihak, menunjukkan partisipasi pemilih di atas 60 persen. Tapi, kepastiannya nanti setelah kami pleno, baru kita tahu betul secara resmi partisipasinya berapa persen,” kata Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna, Jumat (11/12/2020).

“Saya pikir kalau memang terbukti, kita bisa bilang ke beberapa pihak yang bilang bahwa partisipasi akan menurun dan angka Golput meninggi, bisa terbantahkan,” lanjut Nana.

Diketahui, sebelum pandemi Covid-19 melanda, Kota Depok memiliki riwayat masalah dengan partisipasi pemilih. Pada Pilkada Kota Depok 2010, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih hanya 54,28 persen dan naik tipis menjadi 54,53 persen pada Pilkada Kota Depok 2015.

Sebelum Pilkada Serentak 2020 berlangsung, sejumlah lembaga telah memetakan kerawanan Pilkada Kota Depok karena penyebaran Covid-19.

Dalam pemetaan yang dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Kota Depok dinilai berisiko paling tinggi ditolak masyarakat karena faktor pandemi Covid-19, dengan skor 100.

Hal senada, Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menetapkan Kota Depok sebagai wilayah penyelenggara Pilkada Serentak 2020 dengan potensi penyebaran Covid-19 tertinggi se-Indonesia.

Meski demikian, jauh-jauh hari, KPU RI menetapkan target partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen, termasuk di Kota Depok.

KPU Kota Depok mengemukakan, kemungkinan naiknya tingkat partisipasi pemilih disebabkan karena ada persaingan ketat antara kandidat yang notabene sama-sama petahana, yakni Wali Kota, Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota, Pradi Supriatna.

“Yang pasti, menurut saya kontestasinya nuansanya hangat, persaingannya ketat. Saya pikir ini juga faktor yang memengaruhi,” ujar Nana.

[MBN]

Exit mobile version