PertanianBeritaEkonomiRegional

Kawal Petani, Seribu Penyuluh Baru Sumsel Dikerahkan

BIMATA.ID, JAKARTA- Pembangunan pertanian bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, juga kewajiban daerah, untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok rakyatnya, agar tidak tergantung suplai daerah lain apalagi harus impor.

“Sektor pertanian terbukti mumpuni menangkal dampak pandemi Covid-19. Penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II/2020, 16,24%, sementara sektor lain cenderung stagnan bahkan melemah,” kata Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi.

Dedi menambahkan bahwa rakyat Indonesia harus mampu menyediakan sendiri kebutuhan pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Dimulai dari tingkat kecamatan sebagai locust pembangunan pertanian yang didukung ‘rumah penyuluh’ pada Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani).

“Kostratani adalah menu lengkap pertanian. Hulu ke hilir. Apalagi di tengah pandemi Covid-19. Peran KostraTani lebih vital. Penyuluh tetap dan akan selalu menjadi ujung tombak pendampingan petani,” kata Dedi Nursyamsi yang dilansir Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan BPPSDMP].

Hal itu sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa pangan adalah persoalan sangat penting yang harus dikerjakan bersama oleh pusat dan daerah, untuk memperkuat akselerasi pertanian dari hulu hingga hilir.

“Kita harus sama-sama di lapangan. Ada Pemda, kelompok tani, kementerian dan BUMN dalam hal ini Bulog. Semua harus sinergi untuk kesejahteraan petani,” kata Mentan.

Komitmen tersebut diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui pelatihan dan pembekalan 1000 tenaga pendamping penyuluh pertanian, yang direkrut selaku Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Pengawas Benih Tanaman (PBT).

Pelatihan dibuka Gubernur Sumsel, H Herman Deru di Ogan Komering Ulu (OKU) pada Sabtu (12/12) yang dihadiri para pejabat daerah dan Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan – Pusluhtan BPPSDMP Joko Samiyono mewakili Kementerian Pertanian RI.

“Meningkatkan hasil produksi pertanian, sulit dicapai tanpa pembekalan bagi penyuluh mendampingi petani. Pemprov merekrut seribu penyuluh baru untuk mengawal petani berproduksi,” kata Gubernur Herman Deru saat membuka pelatihan di Desa Peracak, Kecamatan Martapura, OKU.

Pembukaan pelatihan yang dijadwalkan berlangsung lima hari ditandai penyematan tanda peserta dan kelengkapan secara simbolis oleh Herman Deru pada perwakilan peserta.

Menurut Herman Deru, pengangkatan 1000 orang tenaga pendamping penyuluh pertanian itu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dicatat sebagai rekrutmen penyuluh terbanyak sekaligus yang pertama di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Joko Samiyono menyematkan Pin Emas dari Kementan bagi Gubernur H Heman Deru. Penghargaan tersebut sebagai apresiasi Kementan pada Sumsel sebagai 5 Besar Provinsi Penghasil Beras Nasional 2019, yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) mengacu metode Kerangka Sampling Area (KSA).

Sumsel pada 2019 hasilkan 2,6 juta ton gabah kering giling (GKG) setara 1,4 juta ton beras dari luas panen 539.316 hektar. Sementara data KSA dari BPS mencatat produksi nasional 2019 mencapai 31,31 juta ton beras. Hingga akhir Desember 2019 tercapai surplus berupa stok 5,90 juta ton.

Joko Samiyono mengatakan bahwa insan pertanian di pusat hingga daerah mengemban tugas dan kewajiban yang sangat mulia, yaitu menjamin ketersediaan pangan rakyat.

“Masalah pangan jangan lengah. Dalam kondisi apa pun, pertanian harus tetap jalan, karena hanya pertanian yang dapat menyediakan pangan,” kata Joko Samiyono.

(Bagus)

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close