Politik

Gerindra Ingatkan Pemerintah, Penanganan Bencana Harus Tetap Perhatikan Prokes

Novita Wijayanti

BIMATA.ID, JAKARTA — Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Novita Wijayanti mengingatkan pemerintah agar penanganan bencana harus tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Hal itu penting dilakukan sebagai upaya mengurangi jumlah korban dan juga penanganan dampak bencana.

“Kami merasakan duka yang dirasakan warga di beberapa daerah yang menjadi korban atau terdampak bencana alam,” kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 2 Desember 2020.

Lanjut politisi cantik Partai Gerindr ini bahwa di tengah situasi pandemi Covid-19, penerapan protokol kesehatan harus tetap menjadi prioritas. 

“Kami meminta kepada semua pihak terkait (pemerintah) untuk  sigap melakukan mitigasi dan penanggulangan bencana, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sejumlah gunung berapi menunjukkan peningkatan aktivitasnya beberapa waktu ini, di antaranya adalah Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung merapi di Yogyakarta dan Gunung Ile Lewotolok di NTT.

Selain itu, bencana banjir di Ciemas, Sukabumi; banjir dan longsor di Cilacap, Banyumas, Jawa Tengah, juga di Simalungun, Sumatera Utara, serta daerah rawan bencana longsor dan banjir, seperti di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan daerah lainnya.

Novita meminta supaya pemerintah pusat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) guna mengoptimalkan kewaspadaan, langkah mitigasi, dan penanganan dampak bencana. Termasuk, mengingatkan upaya dalam menyiapkan lokasi pengungsian dan logistik bagi pengungsi.

“Selain gunung yang perlu diwaspadai, penanganan alur air atau sungai juga perlu diantisipasi, karena ini juga menjadi salah satu kuncinya,” ucap anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini.

“Pemerintah daerah yang wilayahnya terjadi bencana atau rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, dan perkuat koordinasi agar mitigasi dan penanganan bencana dapat dilakukan dengan baik,” sambung legislatif dari Dapil Cilacap-Purwokerto itu.

Usman

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close