Politik

Sederet Harapan Masyarakat Ke Danang Wicaksana Sulistya – Raden Agus Choliq

Pilkada Sleman

BIMATA.ID.SLEMAN — Hampir semua kelompok masyarakat menaruh harapan besar ke calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Sleman Danang Wicaksana Sulistya – Raden Agus Choliq (DWS-ACH).

Mulai dari kelompok agama, budayawan, pelaku seni hingga milenial berharap agar DWS-ACH saat memimpin Sleman akan membawa perubahan kearah yang lebih baik. 

Salah satu Rois Aam NU berharap kedepannya pemerintah di bawah nahkoda DWS ACH memberikan perhatian kepada Rois Aam NU lantaran pemerintahan sebelumnya dinilai kurang memperhatikan saat Raden Agus Choliq melakukan sosialisasi Rois Se Depok, Senin 16 November 2020

“Harapannya apabila nanti pak Danang dan pak Agus menjadi bupati dan wakil bupati agar lebih memperhatikan rois di Kabupaten Sleman, karena di pemerintahan yang sebelumnya Rois di Kabupaten Sleman belum ada perhatiannya,”ungkapnya.

Puluhan perwakilan pelawak asal Sleman yang tergabung dalam Paguyuban Pelawak Sleman menumpahkan keluh kesahnya saat bertemu dengan Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) di Puri Mataram Resto, Dusun Drono, Tridadi, Sleman, Senin, 16 November 2020.

Seperti yang dikeluhkan oleh Dwi Sasono alias Risang, pelawak asal Kalasan yang mengungkapkan kekesalannya kepada Pemerintah Sleman karena dianggap pilih kasih dalam memperlakukan pelaku seni tradisional.

“Mas Danang, tolong, kalau besok njenengan (terpilih) jadi bupati, setiap ada pentas kesenian dari Pemda, tolong kita- kita ini seniman pinggiran diajak. Jangan oknum- oknum itu saja yang diajakin terus,” ujar Risang.

Senada dengan Risang, kekesalan yang sama juga diungkapkan oleh Sukirno alias Sukir Iwak Gasir, sesepuh Paguyuban Pelawak Sleman.

“Memang ada kesan pilih kasih yang kami rasakan, Mas Danang. Mosok tiap ada pentas (yang diadakan oleh Pemda), yang diajak mesti oknum yang itu- itu saja,” kata Sukirno kepada DWS.

Selain itu, Sukirno juga mengeluhkan nasib yang dialaminya bersama teman- temannya yang tidak mendapatkan pekerjaan manggung selama Pandemi Covid-19.

“Memang ada beberapa teman pelawak yang memiliki profesi lain seperti pegawai negeri dan petani. Kalau yang punya pekerjaan lain mungkin tidak terlalu merasakan. Tapi, bagi teman- teman yang hanya mengandalkan penghidupan dari tanggapan (undangan pentas), sangat terasa dampak korona (Pandemi Covid-19),” tambah Sukirno.

Marenda/Yusmar/Usman

Facebook Comments
Tags

Tulisan terkait

Bimata
Close