NasionalBerita

Petugas Gabungan Amankan Elemen Buruh Geruduk Kantor Kemenakertrans di Hari Pahlawan

BIMATA.ID, Jakarta — Petugas gabungan dari Polri dan TNI mengamankan unjuk rasa yang dilakukan berbagai elemen buruh di depan Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. Budi Sartono menyebutkan personel yang dikerahkan menyeimbangkan jumlah buruh yang berunjuk rasa di Kantor Kemenakertrans.

“Yang pasti kita kekuatan penuh, pengamanan gabungan selain dari Polres Metro Jakarta Selatan, Polsek, juga dibantu oleh Polda Metro Jaya dan TNI,” kata Budi, Selasa (10/11/2020).

Selain mengerahkan personel, aparat juga menyiagakan mobil anti huru hara, seperti tiga unit water cannon dan dua unit barracuda di halaman parkir Kantor Kemenakertrans.

Sejumlah petugas juga mengatur arus lalu lintas di depan Kantor Kemenakertrans, Jalan Gatot Subroto agar tetap lancar.

“Kita kawal aksi buruh menyampaikan pendapatnya, kita atur lalu lintas, tempatkan personel di sejumlah titik agar arus lalu lintas tetap lancar,” ujar Budi.

Pantauan di lapangan, ratusan buruh telah memadati bagian depan Kantor Kemenakertrans, massa berasal dari sejumlah organisasi serikat pekerja seperti, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan sebagainya.

Dalam aksinya, massa buruh membawa serta tiga mobil komando yang diparkir di gerbang depan Kantor Kemenakertrans. Buruh datang dari berbagai wilayah di Jakarta, Bogor dan kota lainnya di Jawa Barat. Buruh menggunakan kendaraan pribadi, juga sejumlah bus yang terparkir di sejumlah titik di sekitar Kantor Kemenakertrans.

Dalam orasinya, buruh mengatakan bertepatan dengan Hari Pahlawan ini mereka beraksi dan bergerak untuk menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan. Menurut massa aksi, undang-undang tersebut tidak berpihak kepada pekerja, tidak lagi membicara kan soal kesejahteraan para buruh.

“Kondisinya sekarang makin melemahkan, tidak ada lagi berbicara tentang kesejahteraan pekerja, kata salah satu oratur dari KSPI Jakarta Utara.

[oz]
Facebook Comments

Tulisan terkait

Bimata
Close